Yesus Mengadakan Mukjizat-Mukjizat

Dengan mengerjakan mukjizat, Yesus memperlihatkan dengan perbuatan, apa yang dalam pewartaan-Nya diperdengarkan-Nya dengan perkataan, yaitu bahwa kerajaan iblis berakhir dan kerajaan Allah mulai. Tanda-tanda mukjizat yang dikerjakan Yesus itu memperlihatkan bahwa dalam diri Yesus genaplah nubuat para nabi tentang Mesias yang kedatangan-Nya telah dijanjikan kepada para leluhur Israel. Seperti Injil yang diwartakan Yesus, begitu pula mukjizat yang dilakukan-Nya merupakan tanda-tanda zaman Mesias. Di dalam pemberitaan dan “pekerjaan” Yesus ini, pemerintahan Allah sedang menerobos masuk dunia.

Pada zaman Yesus, orang menghayati dunia kita ini sebagai medan pertempuran antara Allah dan si jahat, antara kuasa terang dan kuasa kegelapan. Penderitaan dan kejahatan dialami sebagai tanda bahwa dunia ini dikuasai kejahatan. Personifikasi kejahatan ialah setan atau iblis. Roh-roh jahat menyebabkan manusia menderita: roh yang “najis” itu berbuat jahat. Sebaliknya Yesus yang diurapi Allah dengan Roh Kudus (Kis 18:38), menyembuhkan orang, baik secara jasmani maupun rohani. Masuk akal bahwa kehadiran-Nya saja sudah cukup bagi roh-roh itu menganggapnya sebagai suatu serangan terhadap kerajaan kegelapan (Mrk 1:23; 5:7-13; 9:20- 26). Dengan mengerjakan mukjizat, dengan “menjadikan segala-galanya baik” (Mrk 7:37), Yesus menjelmakan pemerintahan Allah dan menghentikan pemerintahan setan. Bilamana Yesus muncul, si jahat menarik diri,

Para pengarang Injil menceritakan mukjizat-mukjizat Yesus guna memaklumkan bahwa Yesus tidak hanya menyampaikan kabar yang menggembirakan itu, tetapi Ia sendirilah Kabar Gembira, “Injil”. Yesus sendirilah keselamatan, rahmat, dan penyembuhan bagi manusia yang sedang susah. Kalau begitu, pemerintahan Allah yang eskatologis itu betul-betul sedang mendobrak masuk ke dunia ini. ” … Jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu” (Luk 11:20).

Melalui “amal kasih”-Nya, Kerajaan Allah benar-benar diambang pintu (Mrk 1:15; 7:37). Walaupun mukjizat ini belum merupakan manifestasi kosmik pemerintahan Allah, mukjizat itu lebih daripada sekedar janji tentang kedatangan-Nya, sebab pada hakikatnya menyatakan kuasa Allah yang berkarya dalam perbuatan Yesus itu.

Ketika Yohanes Pembaptis dari dalam penjara mengutus orang kepada Yesus untuk bertanya adakah Yesus betul-betul Mesias yang dinanti-nantikan itu, Yesus menjawab kepada para utusan, “Pergilah dan beritakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang mati dibangkitkan, dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik” (Mat 11:4-5).

Dengan jawaban ini, Yesus menegaskan bahwa dengan tampil-Nya sendiri, zaman Mesias memang sudah mulai, sebab dalam jawaban di atas Yesus sebenarnya mengutip nubuat Yesaya tentang kedatangan Allah (Yes 35:4-6). Zaman Mesias adalah permulaan zaman penyelamatan yang eskatologis. Baru permulaannya, sebab zaman rahmat ini pun masih dalam perkembangan menuju taraf-tarafnya yang lebih tinggi, dan akhirnya kepenuhan rahmat sebagai puncaknya, yaitu bilamana Allah menjadi semua di dalam semua (lih. 1Kor 15:20-28).

Apa yang anda pikirkan?