Yesus Memanggil Pengikut-Pengikut-Nya

Selaku pengkhotbah keliling, Yesus menjumpai banyak orang. Secara historis dapat dipastikan bahwa lama-kelamaan terkumpul di sekitar Yesus suatu kelompok pengikut yang lebih dekat. Yesus tidak memandang kedatangan Kerajaan Allah sebagai pengudusan orang-perorangan tanpa hubungan antara yang satu dengan yang lain. Karena tinggal di antara manusia, Ia bertindak secara manusiawi pula. Manusia mesti hidup bersama. Maka dilakukan-Nya apa yang dilakukan Allah dalam Perjanjian Lama: dikumpulkan-Nyalah suatu umat. Mula-mula umat baru ini masih merupakan kelompok kecil, tetapi dihibur oleh janji yang besar: “Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil; karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu kerajaan itu” (Luk 12:32).

Dengan demikian pemerintahan Allah mulai mendapat bentuk di antara manusia. Di mana Yesus muncul Ia meninggalkan pengikut yang bersama keluarga mereka menantikan pemerintahan Allah dan menerima Yesus serta utusan-utusan-Nya. Mereka terdapat di seluruh negeri Palestina, terutama Galilea, tetapi juga di Yudea, misalnya Betania, dan di daerah Dekapolis (Mrk 5:19-20). Sekelompok murid menyertai Yesus dalam perjalanan-Nya. Yang termasuk dalam kelompok teman seperjalanan ini yaitu orang seperti Lewi, anak Alfeus (Mrk 2:14), Yusuf yang disebut Barsabas, Matias, dan juga wanita-wanita (Luk 8:1-3; Mrk 15:40-41). Di antara para murid ini terdapat sekelompok inti yaitu kedua belas rasul.

Mereka yang membuka hatinya bagi Injil itu boleh dikatakan membentuk tiga lingkaran konsentris sekitar Yesus. Lingkaran paling besar yaitu pengikut-Nya dalam arti orang-orang yang percaya kepada Yesus; kebanyakan mereka itu tinggal tersebar di seluruh negeri, bersama keluarga mereka. Lingkaran tengah yaitu para murid yang menyertai Yesus dalam perjalanan-Nya; tentang mereka ini Petrus akan berkata bahwa mereka “senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami, yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke surga meninggalkan kami” (Kis 1:21-22). Akhirnya lingkaran paling dalam adalah kedua belas rasul yang harus dikatakan kelompok inti. Dengan demikian, timbul di tengah-tengah dunia kita ini persekutuan orang-orang yang menerima pemerintahan Allah. Mereka itu “Umat Allah yang baru”, suatu umat yang berasal dari Yesus. Kepada “Umat Baru” ini seluruh umat manusia terpanggil. Ras, bangsa, dan keturunan tidak memainkan peranan. Yang penting ialah keinsafan akan ketidakmampuan sendiri, serta kesediaan menerima Kerajaan Allah. Dari pengikut-pengikut Yesus inilah Gereja perdana akan timbul dan di kemudian hari, yakni sesudah wafat dan kebangkitan Yesus.