Yesus Bergaul dengan Semua Orang

Yesus dekat dengan sesama-Nya, maka Ia juga sangat terbuka kepada segala orang. Ia bergaul dengan semua orang. Ia tidak mengkotak-kotakkan dan membuat kelas-kelas di antara manusia. Tidak terbayang dalam pikiran-Nya merangkul hanya sekelompok orang dan menyingkirkan kelompok yang lainnya. Ia akrab dengan semua orang, para rohaniwan (Yoh 7:42-52) dan penguasa bahkan penjajah (Mrk 7:1-10) yang beritikad baik. Namun Ia pun akrab dengan para pegawai pajak yang korup (Luk 19:1-10), dengan tuna susila (Luk 7:36-50) dan para penderita penyakit berbahaya yang dikucilkan.

Harus diingat bahwa pergaulan Yesus dengan orang-orang yang berdosa dan najis amat tidak sesuai dengan adat sopan-santun dan peraturan agama yang berlaku pada saat itu, Yesus telah menjungkirbalikkan peraturan-peraturan yang telah mapan. Kadang-kadang sikap Yesus memang provokatif, sebagaimana tampak dalam hal-hal berikut.

a. Sikap Yesus terhadap Kaum Pendosa

Bagi orang Yahudi dosa itu menular seperti kuman. Kena bayangan seorang berdosa, tinggal serumah. dengan orang jahat, apalagi makan bersama dengan mereka berarti kena dosa itu sendiri, menjadi orang berdosa. Maka seorang yang saleh tidak boleh bergaul dengan yang tidak saleh. Seorang Yahudi akan rusak namanya kalau berhubungan dengan seorang kafir, Seorang yang beragama baik dianggap murtad kalau berkontak dengan orang tidak beragama.

Dan Yesus? Ia telah melanggar semua peraturan dan adat. Ia bergaul dengan para pegawai pajak yang dianggap umum sebagai koruptor dan pemeras. Ia bertemu dan menyapa orang-orang setengah kafir seperti bangsa Samaria, mendatangi negeri-negeri orang kafir dan berbicara akrab dengan mereka (Mat 15:21-28).

b. Sikap Yesus terhadap Wanita

Anggapan masyarakat Yahudi adalah bahwa wanita itu penggoda. Oleh karenanya orang laki-laki, terlebih seorang guru agama tidak boleh berbicara dengan seorang perempuan yang belum dikenalnya.

Bagaimana sikap Yesus? Ia bergaul bebas dengan wanita. Bahkan ada wanita-wanita tertentu yang tetap mengikuti-Nya ke mana pun Dia pergi. Yesus juga menyapa dan bergaul enak dengan wanita-wanita kafir yang belum dikenal-Nya seperti wanita Samaria. Ia tidak saja bergaul dengan sembarang wanita, tetapi juga berusaha dan membela wanita-wanita sundal yang tertangkap basah (Yoh 8:1-11).

Dari contoh-contoh di atas menjadi jelas bagi kita bahwa pergaulan Yesus sangat terbuka, tanpa ambil pusing mengenai adat, kebiasaan, dan peraturan sosial yang sudah ada. Ia berusaha merangkul segala kelompok orang. Yesus tidak mau terikat oleh peraturan yang diskriminatif.