Wahyu dan Iman

Allah “yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang” (Kis 17:25), Allah itu tidak tinggal tersembunyi, tetapi berkenan menyatakan diri kepada manusia. Kata Konsili Vatikan II:

“Allah berkenan mewahyukan diri-Nya dan memaklumkan rahasia kehendak-Nya. Dengan wahyu itu Allah yang tidak kelihatan dari kelimpahan. cinta kasih-Nya menyapa manusia sebagai sahabat-Nya dan bergaul dengan mereka, untuk mengundang mereka ke dalam persekutuan dengan diri-Nya dan menyambut mereka di dalamnya” (DV 2).

Allah menyatakan diri kepada manusia dalam pertemuan pribadi. Dalam pertemuan itu, Allah tidak hanya memperkenalkan diri-Nya saja, tetapi juga menyingkapkan kepada manusia rencana keselamatan-Nya. Wahyu Allah bukan informasi, melainkan komunikasi yang mengundang partisipasi. Manusia diajak bertemu dengan Allah dan hidup dalam kesatuan dengan-Nya, Hubungan pribadi dengan Allah itulah intisari wahyu. Dan itu terjadi bertahap-tahap, langkah demi langkah.

Apa yang anda pikirkan?