Tugas Pengudusan dalam Perayaan

Konsili Vatikan II menyebut Gereja “persekutuan iman, harapan dan cinta” (LG 8), “persekutuan persaudaraan orang yang menerima Yesus dengan iman dan cinta kasih” (GS 32). Maka sesungguhnya “Roh Kuduslah yang menciptakan persekutuan umat beriman dengan menghimpun mereka dalam Kristus, sebagai prinsip kesatuan Gereja” (UR 2), sebab oleh Roh Kudus “kasih Allah dicurahkan ke dalam hati kita” (Rm 5:5). Tetapi Konsili juga mengajarkan bahwa Gereja dibentuk “karena perpaduan unsur manusiawi dan ilahi” (LG 8). Kesatuan Gereja bukan hanya karya Roh Kudus, tetapi juga hasil komunikasi antarmanusia, khususnya perwujudan komunikasi iman di antara para anggota Gereja. Komunikasi ini terjadi terutama dalam perayaan iman. Maka dikatakan bahwa “penampilan Gereja yang istimewa terdapat dalam keikutsertaan penuh dan aktif seluruh umat kudus Allah dalam perayaan liturgi” (SC 41). Dan Gereja sendiri disebut “persekutuan keimaman” (LG 11), khususnya “persekutuan di sekitar altar” (LG 26).

Komunikasi iman mengandaikan pengungkapan iman sebagai sarana komunikasi, Pengungkapan iman bukan hanya meliputi perayaan liturgi atau ibadah. Segala pernyataan iman yang khusus dan eksplisit, termasuk perumusan dan pengajaran iman, merupakan pengungkapan iman. Maka pengungkapan iman ini harus dibedakan dari perwujudan iman. Kedua-duanya adalah penghayatan iman. Yang disebut “pengungkapan” iman ialah segala pernyataan iman dalam bentuk yang khusus dan eksplisit, terutama dalam bentuk pewartaan atau pengajaran dan perayaan Gereja. Yang disebut “perwujudan” iman ialah segala perkataan dan tindakan yang memang dijiwai oleh semangat iman, namun tidak secara khusus dan jelas memperlihatkan sikap iman itu. Di situ iman memang dihayati, tetapi tidak menjadi kentara, karena bentuk penghayatan iman merupakan kegiatan dan pergaulan yang “biasa”, yang “umum”, yang tidak memperlihatkan kekhususan iman Kristen dan Katolik. Sebaliknya dalam bidang pewartaan dan perayaan, iman Kristen dinyatakan secara khusus dan jelas. Maka kegiatan gerejawi ini disebut “pengungkapan iman”. Karena iman berarti hubungan dengan Allah, bidang pengungkapan iman itu juga disebut bidang “sakral”, yang dikhususkan bagi Allah. Di dalam bidang pengungkapan iman biasanya masih dibedakan antara bidang pewartaan yang telah dibahas dan bidang perayaan yang akan diuraikan sekarang. Bidang itu adalah bidang doa dan kebaktian.