Doa Dasar


Tanda Salib

Dalam (Demi) nama Bapa dan Putera dan Roh kudus, Amin..


Bapa Kami

Bapa kami yang ada di dalam surga,
Dimuliakanlah nama-Mu,
Datanglah kerajaan-Mu,
Jadilah kehendak-Mu,
Diatas bumi seperti didalam sorga,
Berilah kami rejeki pada hari ini,
Dan ampunilah kesalahan kami,
Seperti kami pun mengampuni
yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami
ke dalam pencobaan,
Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Amin.

Baca juga :
Doa Bapa Kami sebagai Sumber Inspirasi dan Kekuatan
Memahami Doa Bapa Kami
Seluk-beluk Doa Bapa Kami


Salam Maria

Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu,
terpujilah engkau diantara wanita,
dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, bunda Allah,
doakanlah kami yang berdosa ini
sekarang dan waktu kami mati.
Amin.


Kemuliaan

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad.
Amin.


Doa Harapan

Allah, Bapa di surga, kasih setia-Mu kekal abadi.
Engkaulah tumpuan hidup dan harapanku.
Tanamkanlah dalam hatiku pengharapan yang teguh akan kasih dan kebaikan-Mu;
pengharapan yang menjiwai seluruh hidup Putra-Mu Yesus Kristus.
Berilah aku pengharapan yang kuat
karena yakin bahwa Engkau selalu besertaku.
Semoga aku selalu menyandarkan diri kepada-Mu dalam suka dan duka.
Aku mohon pengharapan yang teguh supaya aku tidak
mudah putus asa dalam penderitaan dan kekecewaan.

Bapa, semoga pengharapan yang kuat selalu menjiwai seluruh hidupku.
Dalam pengharapan itu aku akan membangun hidup dan masa depanku.
Dalam harapan itu pula aku percaya akan
memperoleh hidup abadi bersama Engkau.
Ya Allah, teguhkanlah pengharapanku.
Amin.


Doa Iman

Allah yang esa, Engkau telah menciptakan semesta alam,
Aku percaya bahwa Engkau adalah Bapa yang pengasih dan penyayang;
Engkau sungguh mengasihiku;

Engkau telah mengutus Yesus, Putra-Mu yang tunggal,
yang telah menjadi manusia, wafat dan bangkit untuk keselamatanku.
Engkau telah mengutus pula Roh Kudus pemberi hidup.

Dia berasal dari Bapa dan Putra.
Dia telah dicurahkan ke atasku dan berdiam di dalam diriku,
sehingga aku menjadi bait Allah.

Dialah penolong sejati,
yang membimbing aku kepada seluruh kebenaran.

Ya Bapa, berilah aku iman yang hidup,
dan jadikanlah aku berani menjadi saksi-Mu
di hadapan sesama manusia sepanjang hayatku.

Ya Allah, tambahkanlah selalu imanku.
Amin.


Doa Kasih

Doa Kasih 1

Allah, sumber segala kasih,
Engkau mengutus Putra-Mu, Yesus Kristus,
agar kasih-Mu menjadi nyata dalam hidupku,
dan semakin dikenal oleh banyak orang.

Santo Yohanes telah mengajarku,
“Barang siapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah,
sebab Allah adalah kasih.”

Semoga karena karunia kasih-Mu itu,
aku mampu mengasihi Engkau lebih dari segala sesuatu,
dengan segenap hati, segenap jiwa, dengan segenap akal budi,
dan dengan segenap kekuatan.

Karena mengasihi Engkau,
semoga akupun mengasihi orang lain
sebagaimana aku mengasihi diriku sendiri.
Ya Allah, kobarkanlah selalu kasihku.
Amin.

Doa Kasih 2

Aku mengasihi Engkau, ya Allah, dengan segenap hati, dengan seutuh jiwa,
dan dengan segala kemampuan, sebab Engkau adalah Kasih.

Bantulah aku mewujudkan kasih akan Dikau dengan
mengasihi sesama seperti aku mengasihi diriku sendiri.
Karena dorong kasih-Mu, semoga aku mengasihi Yesus, Putra-Mu terkasih,
dan mendengarkan sabda-Nya.
Berilah aku rahmat supaya dapat melaksanakan perintah-perintah-Nya,
yakni mengasihi saudara-saudaraku,
sebagaimana Yesus sendiri telah mengasihi aku.

Semoga Roh Kudus, yang telah Kau curahkan ke atasku,
menyingkirkan dari hatiku kedengkian, iri hati dan dendam.
Ya Bapa, semoga aku hidup dalam kasih dengan semua orang,
supaya dunia mengetahui bahwa aku ini milik-Mu.
Amin.


Doa Masa Adven

Ya Allah, Bapa yang mahakudus kami bersyukur kehadirat-Mu, karena lewat masa penantian ini Engkau menjanjikan Juru selamat yakni Yesus Kristus Putra-Mu. Kedatangan-Nya dinubuatkan oleh para nabi dan dinantikan oleh Perawan Maria dengan cinta mesra. Dialah Adam baru yang memulihkan persahabatan kami dengan Dikau. Ia penolong yang lemah dan menyelamatkan yang berdosa.

Ia membawa damai sejati bagi kami dan membuat semakin banyak orang mengenal Engkau, dan berani melaksanakan kehendak-Mu. Ia datang sebagai manusia biasa, untuk melaksanakan rencana-Mu dan membukakan jalan keselamatan bagi kami. Pada akhir zaman Ia akan datang lagi dengan semarak dan mulia untuk menyatakan kebahagiaan yang kami nantikan.

Kami mohon kelimpahan rahmat-Mu, agar selama hidup di dunia ini kami selalu siap siaga dan penuh harap menantikan kedatangan-Nya yang mulia, agar pada saat Ia datang nanti, kami kau perkenankan ikut berbahagia bersama Dia dan seluruh umat kesayangan-Mu. Sebab Dialah Tuhan, pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin.


Doa Masa Natal

Allah Bapa di surga, kami memuji Engkau dan bersyukur kepada-Mu karena sabda-Mu yang menjadi manusia dengan lahir ditengah-tengah kami. Ia menjadi manusia lemah agar kami yang rapuh dan fana ini diurapi oleh daya ilahi yang abadi.

Dengan kelahiran-Nya di dunia ini, Engkau yang tak dapat dilihat kini kelihatan sebagai manusia seperti kami, dan cahaya keselamatan-Mu bersinar ditengah kami, mengusir kegelapan yang menguasai kami.

Curahkanlah rahmat-Mu, agar kami yang kini merayakan misteri inkarnasi berani menjadi pembawa damai bagi sesama, dan dengan demikian kami pun menjadi sarana inkarnasi-Mu ditengah-tengah mereka. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin.


Doa Masa PraPaskah

Allah Bapa yang maha baik, kami bersyukur kepada-Mu atas Masa Prapaskah yang Kau anugerahkan kepada kami. Lewat Masa Prapaskah ini Engkau menginginkan kami untuk menyadari segala kebaikan-Mu. Selama Masa Prapaskah ini Engkau melimpahkan rahmat untuk menyegarkan iman kami.

Engkau mengajak kami untuk bertobat, menyesali kekurangan dan dosa-dosa kami. Engkau mendorong kami melepaskan diri dari belenggu nafsu yang menyesatkan. Engkau mengajar kami untuk hidup sederhana, mensyukuri segala anugerah-Mu, dan membantu orang-orang yang menderita. Karena selama Masa Prapaskah ini Engkau membimbing para calon baptis yang akan bersatu dengan kami melalui Sakramen Baptis. Dan sambil mendampingi mereka, kami pun Kau ajak menyegarkan rahmat Baptisan yang pernah kami terima dari-Mu.

Semoga karena rahmat-Mu yang Kau limpahkan selama Masa Prapaskah ini kami semakin Suci, semakin bersatu sebagai umat kesayangan-Mu, dan berani meneladan Yesus Putra-Mu, yang rela menderita sengsara, wafat dan bangkit untuk menyelamatkan kami. Sebab Dialah Tuhan, pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin.


Doa Masa Paskah

Allah Bapa yang mahabaik, kami bersyukur kepada-Mu karena Yesus Kristus telah bangkit dari Kubur. Dengan kebangkitan-Nya Kau tumbuhkan semangat dan harapan baru dalam hati kami; umat baru Kau ciptakan, dan pintu surga Kau buka bagi kami. Melalui kebangkitan-Nya kuasa dosa Kau hancurkan, kami Kau damaikan dengan Dikau dan sesama, dan alam semesta yang porak poranda Kau pugar kembali.

Dengan kenaikan-Nya Ia merintis jalan ke surga bagi kami, dan menyediakan tempat bagi kami. Semoga karena rahmat kebangkitan-Nya kami menjadi manusia baru, yang penuh harapan, yang gigih melawan dosa dan kejahatan, yang setia mengikuti kehendak-Mu, dan tak gentar akan derita salib. Demi Yesus Kristus, pengantara Kami, kini dan sepanjang masa. Amin.


Kidung Maria

Aku mengagungkan Tuhan
hatiku bersukaria karena Allah penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,
hamba-Nya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut yang bahagia,
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Mahakuasa,
kuduslah nama-Nya.

Kasih sayang-Nya turun-temurun,
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tangan-Nya,
dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya.

Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta,
yang hina dina diangkat-Nya.

Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan,
orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong.

Menurut janji-Nya kepada leluhur kita,
Allah telah menolong Israel hamba-Nya.

Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,
untuk selama-lamanya.

Kemuliaan …


Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hamba-Mu berpulang.
dalam damai sejahtera menurut sabda-Mu.
Sebab aku telah melihat keselamatan-Mu.
yang Kau sediakan di hadapan segala bangsa;
Cahaya untuk menerangi para bangsa,
dan kemuliaan bagi umat-Mu Israel.

Kemuliaan …


Kidung Zakharia

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.

Ia mengangkat bagi kita seorang Penyelamat yang gagah perkasa.
putra Daud hamba-Nya,

Seperti dijanjikan-Nya dari sedia kala,
dengan pengantaraan para nabi-Nya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita;

Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kita,
dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,
dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang maha tinggi,
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belas kasihan;
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Kemuliaan


Malaikat Tuhan (Angelus)

(Di doakan pada pukul 06.00, 12.00 dan 18.00)

Maria diberi kabar oleh malaikat Tuhan,
Bahwa ia akan mengandung dari Roh Kudus.

Salam Maria 1x

Aku ini hamba Tuhan,
Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.

Salam Maria 1x

Sabda sudah menjadi daging,
Dan tinggal diantara kita.

Salam Maria 1x

Doakanlah kami, ya Santa Bunda Allah, Supaya kami
dapat menikmati janji Kristus.

Ya Allah, karena kabar malaikat kami mengetahui bahwa Yesus Kristus Putra-Mu menjadi manusia. Curahkanlah rahmat-Mu ke dalam hati kami, supaya karena sengsara dan salib-Nya, kami dibawa kepada kebangkitan yang mulia. Sebab Dialah Tuhan, pengantara kami.

Amin.


Mohon Tujuh Karunia Roh Kudus

Datanglah, ya Roh Hikmat, turunlah atas diri kami, ajarlah kami menjadi orang bijak, terutama agar kami dapat menghargai, mencintai, dan mengutamakan cita-cita surgawi. Semoga kami Kau lepaskan dari belenggu dosa dunia ini.

Datanglah, ya Roh Pengertian, turunlah atas diri kami. Terangilah budi kami, agar dapat memahami ajaran Yesus, Sang Putra, dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.

Datanglah, ya Roh Nasihat, dampingilah kami dalam perjalanan hidup yang penuh gejolak ini. Semoga kami melakukan yang baik dan menjauhi yang jahat.

Datanglah, ya Roh Keperkasaan, kuatkanlah hamba-Mu yang lemah ini, agar tabah menghadapi segala kesulitan dan derita. Semoga kami Kau kuatkan dengan memegang tangan-Mu yang senantiasa menuntun kami.

Datanglah, ya Roh Pengenalan akan Allah. Ajarlah kami mengetahui bahwa semua yang ada di dunia ini sifatnya sementara saja. Bimbinglah kami agar dapat menggunakan hal-hal duniawi untuk kemuliaan-Mu.

Datanglah, ya Roh Kesalehan, bimbinglah kami untuk terus berbakti kepada-Mu. Ajarlah kami untuk menjadi orang yang tahu berterima kasih atas segala kebaikan-Mu dan berani menjadi teladan kesalehan bagi orang-orang di sekitar kami.

Datanglah, ya Roh Takut akan Allah, ajarlah kami untuk takut dan tunduk kepada-Mu dimana pun kami berada. Tegakkanlah kami agar selalu berusaha melakukan hal-hal yang berkenan kepada-Mu.

Amin.


Novena Roh Kudus

Novena Roh Kudus ini dilaksanakan selama sembilan hari, mulai pada hari sesudah kenaikan Yesus ke surga dan berakhir pada hari Sabtu menjelang Pentekosta. Dalam novena ini umat memuji Tuhan yang menjanjikan kedatangan Roh Kudus dan memohon rahmat-Nya agar siap menyambut kedatangan Roh Kudus. Novena ini juga dapat dilaksanakan dalam kesempatan lain.

Hari Pertama

Allah pokok keselamatan kami, karena kebangkitan Kristus kami lahir kembali dalam pembabtisan dan menjalani hidup baru. Arahkanlah hati kami kepada Kristus yang kini duduk di sebelah kanan-Mu. Semoga Roh-Mu menjaga kami sampai Penyelamat kami datang dalam kemuliaan, sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin

Dilanjutkan dengan Rosario Roh Kudus …

Hari Kedua

Allah yang mahabijaksana, Putra-Mu menjanjikan Roh Kudus kepada para rasul dan memenuhi janji itu sesudah Dia naik ke surga. Semoga kami pun Kau anugrahi karunia Roh Kudus. Demi Yesus Kristus, Pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin

Dilanjutkan dengan Rosario Roh Kudus …

Hari Ketiga

Allah, Penyelamat kami, kami percaya bahwa Kristus telah bersatu dengan Dikau dalam keagungan. Semoga dalam Roh-Nya, Dia selalu menyertai kami sampai akhir zaman, seperti yang dijanjikan-Nya. Sebab Dialah Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin

Dilanjutkan dengan Rosario Roh Kudus …

Hari Keempat

Allah yang mahakudus, semoga kekuatan Roh-Mu turun atas kami, agar kami mematuhi kehendak-Mu dengan setia dan mengamalkannya dalam cara hidup kami. Demi Yesus Kristus, Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin

Dilanjutkan dengan Rosario Roh Kudus …

Hari Kelima

Allah yang mahakuasa dan mahakudus, semoga Roh Kudus turun atas kami dan berdiam dalam diri kami, sehingga kami menjadi kenisah kemuliaan-Nya. Demi Yesus Kristus, Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin

Dilanjutkan dengan Rosario Roh Kudus …

Hari Keenam

Allah yang mahaesa, Engkau telah menghimpun Gereja dalam Roh Kudus. Semoga kami mengabdi kepada-Mu dengan ikhlas dan bersatu padu dalam cinta. Demi Yesus Kristus, Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin

Dilanjutkan dengan Rosario Roh Kudus …

Hari Ketujuh

Allah yang mahakudus, curahkanlah Roh Kudus-Mu ke dalam diri kami, sehingga kami dapat melaksanakan kehendak-Mu dan layak menjadi milik-Mu. Demi Yesus Kristus, Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin

Dilanjutkan dengan Rosario Roh Kudus …

Hari Kedelapan

Allah sumber cahaya kekal, Engkau telah membukakan bagi kami jalan menuju hidup kekal dengan memuliakan Putra-Mu dan mengutus Roh Kudus. Semoga cinta bakti dan iman kami selalu bertambah. Demi Yesus Kristus, Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin

Dilanjutkan dengan Rosario Roh Kudus …

Hari Kesembilan

Allah yang mahakuasa, kebangkitan Putra-Mu telah menumbuhkan hidup baru dalam diri kami. Semoga karena bantuan Roh-Mu kami mewujudkan rahmat kebangkitan dalam hidup kami sehari-hari. Demi Yesus Kristus, Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin


Syukur Atas Pengampunan

Allah yang maharahim, Engkau tidak menghendaki kematian orang berdosa.
Sebaliknya Engkau menghendaki supaya kami bertobat dan hidup.
Maka engkau mengundang orang berdosa supaya bertobat,
dan kepada kami yang bertobat Engkau melimpahkan pengampunan.

Kesalahan kami Engkau hapuskan, dan dosa kami tidak Kau ingat lagi.
(Amin)

Terima kasih, ya Allah, atas pengampunan yang Kau berikan kepada kami.
Semoga sukacita di surga karena satu orang berdosa bertobat juga menjadi sukacita kami.
Semoga sukacita pengampunan ini,
mendorong kami selalu hidup rukun dan damai dengan seluruh umat-Mu.

Ya Allah, perkenankanlah kini kami pergi dalam damai,
dan selalu ingat akan sabda Putra-Mu
yang menghendaki kami tidak berbuat dosa lagi.
(Amin)


Ratu Surga

(Di doakan pada jam 6.00,12.00,15.00 di Masa Paskah)

Ratu surga bersukacitalah, Alleluya, Sebab Ia yang sudi kau kandung, Alleluya
Telah bangkit seperti disabdakan-Nya, Alleluya Doakanlah kami pada Allah, Alleluya !

Bersukacitalah dan bergembiralah, Perawan Maria, alleluya, Sebab Tuhan sungguh telah bangkit, alleluya Marilah berdoa. (Hening)

Ya Allah, Engkau telah menggembirakan dunia dengan kebangkitan Putra-Mu,Tuhan kami Yesus Kristus.
Kami mohon; perkenankanlah kami bersukacita dalam kehidupan kekal bersama bunda-Nya, Perawan Maria.

Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ave Maria

Sebutan “Bunda Allah” dan “Perawan” sangat erat berhubungan satu dengan yang lain. Kedua sebutan itu mengungkapkan keluhuran Yesus, sekaligus kesucian Maria. Maka di samping kedua gelar tersebut Gereja juga menyatakan bahwa Maria secara total bebas dari dosa dan karena itu juga dari kehancuran maut. Ada empat dogma atau pernyataan iman Gereja yang menyangkut Maria.

  1. Maria adalah Bunda Allah.
  2. Maria adalah Perawan.
  3. Maria terkandung tanpa noda.
  4. Maria diangkat ke surga dengan jiwa dan badannya.

Dogma pertama, bahwa Maria adalah Bunda Allah, sudah dinyatakan oleh Konsili Efesus (431) melawan ajaran Nestorius. Yang kedua, mengenai keperawanan, sejak abad ke-3 diakui dalam syahadat-syahadat dan secara khusus ditegaskan kembali oleh Konsili Konstantinopel II (553). Yang ketiga, bahwa Maria bebas dari dosa sejak kandungan ibunya St. Anna, baru dinyatakan pada tahun 1854 oleh Paus Pius IX. Dan yang terakhir, mengenai pengangkatan ke surga, dimaklumkan oleh Paus Pius XII pada tahun 1950. Hal itu tidak berarti bahwa kedua dogma mengenai kebebasan dari dosa dan kehancuran dunia baru “ditemukan” dalam dua abad terakhir ini. Kebenaran yang secara resmi dirumuskan oleh Pius IX dan Pius XII sudah sejak semula diimani dan dihayati oleh Gereja, hanya belum dinyatakan sebagai dogma atau ajaran resmi. Malahan harus dikatakan bahwa keempat kebenaran itu berkaitan, yang satu tidak lengkap tanpa yang lain.

Dasar segalanya adalah kebenaran iman bahwa Maria itu Bunda Allah: “Bunda Putra Allah, maka putri Bapa yang terkasih dan kenisah Roh Kudus” (LG 53), dan “sebagai Bunda Allah yang tersuci, pantas dihormati oleh Gereja dengan kebaktian yang istimewa” (LG 66). Keperawanan Maria tidak langsung berhubungan dengan panggilannya sebagai Bunda Allah. Konsili Vatikan II menghubungkannya dengan imannya, “Dalam iman dan ketaatan ia melahirkan Putra Bapa sendiri di dunia, dan itu tanpa mengenal pria, dalam naungan Roh Kudus, sebagai Hawa yang baru, karena percaya akan utusan Allah, dengan iman yang tak tercemar oleh kebimbangan” (LG 63).

Iman berarti penyerahan kepada Allah, dan penyerahan Maria yang total terungkap dalam keperawanannya. Dalam keperawanan Maria tampak bahwa Kristus dan kelahiran-Nya merupakan misteri iman. Oleh karena itu Gereja menegaskan, bahwa Maria itu “pola teladan Gereja yang mengagumkan dalam iman dan cinta kasih” (LG 53 dan 63). Keperawanan Maria berhubungan dengan keibuan-Nya, sejauh ia melahirkan Anak Allah sebab “ia percaya bahwa apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana” (Luk 1:45).

Kesucian Maria berhubungan langsung baik dengan keperawanannya maupun dengan keibuannya. Maka dalam Gereja “menjadi lazim untuk menyebut Bunda Allah suci seutuhnya dan tidak terkena oleh cemar dosa manapun juga, bagaikan makhluk yang diciptakan dan dibentuk baru oleh Roh Kudus” (LG 56). Keibuannya terjadi karena naungan Roh Kudus, yang adalah Roh kesucian, dan Maria dengan sepenuhnya menyerahkan diri kepada karya Roh itu, dengan menjawab kepada malaikat, “Jadilah padaku menurut perkataanmu” (Luk 1:38). Iman akan karya Allah membuatnya suci secara total. Itu berarti “tidak pernah terkena oleh segala cemar dosa asal” (LG 59). Sejak kandungan ibunya Maria sudah menjadi “kekasih Allah”.

Dari rahmat istimewa ini Gereja langsung menarik kesimpulan bahwa Maria, “sesudah menyelesaikan perjalanan hidupnya di dunia, telah diangkat memasuki kemuliaan di surga beserta badan dan jiwanya” (LG 59). Karena kesuciannya Maria tidak terkena oleh hukuman yang dijatuhkan atas dunia. Menurut hukuman itu, dunia harus dihancurkan dahulu dan kemudian akan diciptakan kembali pada akhir zaman. Bagi Maria tidak ada alasan untuk menantikan kebangkitan dunia seperti yang lain. Sekarang ini ia sudah diperbolehkan mengambil bagian dalam kemuliaan Anaknya. Maria lebih bersatu dengan Kristus, Anaknya, daripada dengan dunia berdosa. “Karena pahala Putranya ia ditebus secara lebih unggul, serta dipersatukan dengan-Nya dalam ikatan yang erat dan tidak terputuskan”. Maka “karena anugerah rahmat yang sangat istimewa itu ia jauh lebih unggul daripada semua makhluk lainnya, baik di surga maupun di bumi” (LG 53). Sekaligus Maria adalah “citra serta awal Gereja yang harus mencapai kepenuhannya di masa yang akan datang” (LG 68). Maria itu teladan iman, dasar pengharapan, dan sumber cinta bagi Gereja.

Oleh sebab itu “Konsili (Vatikan II) mendorong semua putra Gereja, supaya mereka dengan rela hati mendukung kebaktian kepada Santa Perawan, terutama yang bersifat liturgis. Juga supaya mereka sungguh menghargai praktik-praktik dan pengamalan bakti kepadanya, yang di sepanjang zaman telah dianjurkan oleh pimpinan Gereja” (LG 67). Anjuran itu juga dilakukan oleh Gereja.

Ada lima belas pesta liturgis yang berhubungan dengan St. Maria:

Santa Perawan Bunda Allah (1 Januari)
Yesus dipersembahkan di Kenisah (2 Februari)
Bunda Maria di Lourdes (11 Februari)
Kabar Sukacita kepada Maria (25 Maret)
Maria mengunjungi Elisabet (31 Mei)
Hati Maria tak bernoda (Sabtu ketiga sesudah Pentekosta)
Bunda Maria di gunung Karmel (16 Juli)
Pemberkatan gereja basilik St. Maria (5 Agustus)
Bunda Maria diangkat ke surga (15 Agustus)
Maria Ratu (22 Agustus)
Kelahiran Santa Perawan Maria (8 September)
Maria berduka cita (15 September)
Maria Ratu Rosario (7 Oktober)
Maria dipersembahkan di kenisah (21 November)
Maria terkandung tanpa noda (8 Desember)

Devosi atau kebaktian kepada Maria yang paling pokok adalah doa “Salam Maria”, yang pada dasarnya terdiri atas dua kutipan dari Kitab Suci (Luk 1:28: “Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu”; dan Luk 1:42: “Terpujilah Engkau di antara wanita dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus”), ditambah dengan suatu doa permohonan (“Santa Maria, Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan waktu kami mati. Amin”).

Kebiasaan mendoakan dua ayat itu bersama sudah ada di dalam Gereja sejak abad ke-6. Satu abad kemudian sudah mulai ditambahkan beberapa kata lain, tetapi doa permohonan itu lama sekali didoakan dalam bentuk yang “bebas”. Baru dalam abad ke-16 doa ini mendapat bentuknya yang sekarang lazim di dalam Gereja. Sejak tahun 1318 juga ada kebiasaan mendoakan Angelus (“Malaikat Tuhan”) dengan lonceng dibunyikan tiga kali sehari, semula dengan maksud mendoakan perdamaian dunia.

Dalam doa rosario “Salam Maria” didoakan 150 kali, yakni 15 kali 10 kali Salam Maria. Setiap puluhan didahului oleh Bapa Kami dan ditutup dengan “Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus” serta “Terpujilah Yesus, Maria, dan Yusuf”. Jumlah 150 berasal dari jumlah mazmur. Mereka yang tidak dapat mendoakan 150 mazmur (karena tidak dapat membaca) diberi kesempatan mendoakan “Salam Maria” 150 kali. Supaya dapat dihitung dengan lebih mudah, maka dipakai tali-sembahyang atau tasbih. Sejak abad ke-13, khususnya karena kerasulan Ordo Dominikan, timbul kebiasaan merenungkan peristiwa-peristiwa kehidupan Yesus sambil mendoakan rosario. Peristiwa-peristiwa itu dibagi tiga: peristiwa gembira, peristiwa sedih, dan peristiwa mulia. Dengan demikian, muncul kebiasaan mendoakan rosario dalam tiga tahap, masing-masing terdiri dari 50 Salam Maria.

Karena pesta “Maria Ratu Rosario” dirayakan pada 7 Oktober (sejak 1573 oleh Paus Gregorius XIII); lama-kelamaan seluruh bulan Oktober menjadi bulan Rosario (sejak 1884: Paus Leo XIII). Di Spanyol bulan Mei sudah sejak abad ke-13 dibaktikan secara khusus kepada Maria (kebiasaan ini diambil alih dari Gereja Timur). Sejak abad ke-16 devosi bulan Mei semakin dipropagandakan, khususnya oleh pater-pater Yesuit, dam mulai abad ke-19 menjadi kebiasaan umum di seluruh Gereja. Karena sejak abad ke-10 ada kebiasaan di biara-biara mendoakan ofisi (doa harian) khusus bagi Maria pada hari Sabtu, maka juga hari Sabtu dibaktikan secara khusus kepada Maria.

Dengan demikian, devosi atau kebaktian kepada Maria amat berkembang di dalam Gereja. Bahkan, dapat terjadi bahwa Maria seolah-olah menjadi lebih penting daripada Anaknya sendiri dalam pandangan umat beriman. Oleh sebab itu Konsili Vatikan II “menganjurkan dengan sangat, supaya dalam memandang martabat Bunda Allah yang Istimewa dengan sungguh-sungguh mencegah segala ungkapan berlebihan yang palsu, seperti juga kepicikan sikap batin. Hendaklah kaum beriman mengingat, bahwa bakti yang sejati tidak terdiri dari perasaan yang mandul dan yang bersifat sementara, tidak pula dari sikap mudah percaya tanpa dasar. Bakti itu bersumber pada iman yang sejati, yang mengajak kita mengakui keunggulan, Bunda Allah, dan mendorong kita sebagai putra-putranya mencintai “Bunda kita dan meneladan keutamaan-keutamaannya” (LG 67).