Kenapa Natal pada tanggal 25 Desember?

Ada beberapa pertanyaan sering muncul, baik yang murni berasal dari rasa ingin tahu si-penanya atau yang berkesan si-penanya mencoba menyudutkan dan mencemooh pengetahuan umat kristen.

Pertanyaan yang muncul ada yang terkesan sangat sederhana, namun sebenarnya untuk memberikan jawaban yang memuaskan dengan sederhana dan singkat rasanya tidak mungkin karena pertanyaan sederhana tersebut memerlukan kemauan si-penanya untuk mengikuti semua alur, semua dasar-dasar iman kristen yang menjadi jawaban yang akan memenuhi jawaban sederhana tersebut.

Peringatan Natal yaitu peringatan peristiwa kelahiran Yesus Kristus di Gereja Katolik setiap tahunnya. Gereja Katolik memilih tanggal 25 Desember sebagai momen untuk memperingati peristiwa kelahiran Yesus Kristus. Gereja Katolik tidak mengklaim bahwa tanggal 25 adalah hari yang sebenarnya waktu Yesus Kristus dilahirkan. Kebenaran fakta bahwa Yesus Kristus pernah dilahirkan oleh perawan bunda Maria adalah benar, namun ketepatan waktunya tidak diketahui. Namun yang menjadi inti dari peringatan tersebut adalah peristiwa kelahiran Yesus Kristus, Anak Allah.

Untuk mendukung peringatan peristiwa tersebut Gereja Katolik mengadakan masa advent bagi Umat Katolik, masa penantian, mempersiapkan batin, mengharapkan lahirnya juru selamat, selama 4 minggu sebelum hari Natal. Pada masa itu Gereja Katolik menekankan agar umat benar-benar sadar kenapa mereka menantikan dan mengharapkan datangnya Yesus Kristus, dan masa itu kemeriahan Natal sebari dipersiapkan namun tidak ditonjolkan, baik lagu, hiasan, ornament dan lain-lain karena yang ditekankan adalah fokus penantian yaitu menunggu dengan harapan. Sehingga yang dimaknai pada perayaan Natal tanggal 25 Desember adalah peristiwa Natal tersebut, bukan tanggal, bukan hari.

Pemilihan tanggal 25 Desember yang pada awalnya adalah salah satu tanggal hari perayaan kepercayaan Pagan sebelum agama Kristen dikenalkan pada penganut pagan tersebut. Ringkasnya Gereja Katolik memilih perayaan peringatan Natal jatuh tanggal 25 Desember juga dengan maksud menggantikan salah satu hari raya pagan yang lama. Gereja melakukan reformasi tanggal tersebut menjadikannya mempunyai makna yang baru yaitu memperingati peristiwa yang telah terjadi dahulu dan sangat penting yaitu kelahiran Yesus Kristus; yang pada masa lalunya ketika para umat setempat masih menganut pagan beralih menjadi Kristen. Maka hal ini merubah hari raya pada tanggal 25 Desember juga bersesuai dengan paradigma ajaran Kristen yaitu Inkarnasi. Sabda menjadi daging. 2000 Tahun lalu Yesus Kristus datang dilahirkan ke dunia pagan dan Yesus mereformasi dan menguduskan dunia ini dengan kehadiran-Nya di tengah-tengah dunia.

Oleh karena itu perlu diluruskan kesalahpahaman yang beredar bahwa bukanlah tanggal mutlak lepas dari maknanya, tetapi yang terpenting adalah suatu kebenaran iman dalam peristiwa yang diperingati pada perayaan yang jatuh pada tanggal tersebut. Penentuan atau pemilihan tanggal lebih mengarah agar terciptanya keseragaman, momentum, keteraturan, dan persiapan yang baik dalam kebersamaan umat secara luas (secara universal) agar makna peristiwa yang ingin diperingati pada hari yang jatuh pada tanggal tersebut dapat dirasakan dan dipahami lebih mendalam.

Beberapa pertanyaan-pertanyaan lanjutan:

  1. Harusnya dalam penepatan hari lahir Yesus Kristus adalah tanggal yang sebenarnya Yesus Kristus lahir?
  2. Sebenarnya kita merayakan natal hari kelahiran dewa agama sebelumnya?

Tanggapan untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut:

  1. Seperti yang sudah ditulis di atas … “Gereja Katolik tidak mengklaim bahwa tanggal 25 adalah hari yang sebenarnya waktu Yesus Kristus dilahirkan.” karena tidak ada tertulis di Kitab Suci mengenai tanggal kelahiran Yesus Kristus lahir. Dan menurut perhitungan oleh umat Kristen pada abad ke-4, yang paling mendekati perkiraan tanggal kelahiran Yesus Kristus adalah 25 Desember.
    Inkarnasi Sabda menjadi Manusia (Yesus Kristus) benar-benar terjadi pada salah satu hari sekitar 2000 tahun yang lalu. Kekurangan data-data bukanlah alasan untuk peniadaan, atau negasi dari karya Keselamatan Allah. Natal harus tetap dirayakan, secara menyeluruh dan bermakna agar Iman umat selalu diperbaharui – Iman akan hadirnya Allah Putra. Dan yang menjadi dasar utama, pondasi niat dan pemilihan tanggal 25 Desember oleh Gereja Katolik adalah Iman akan hadirnya Allah Putra, lahirnya Yesus Kristus.
  2. Pertanyaan kedua sangat menyimpang, dan si-penanya tidak memperdulikan dasar dan pikiran pokok dari Iman umat Kristen.
    Pertanyaan di atas serupa dengan pertanyaan yang nadanya: “Sebenarnya umat Kristen berdoa kepada siapa? Karena jika dilihat dari cara berdoa dengan memejamkan mata dan berkata-kata, sangat mirip dengan cara berdoa agama pagan.” – Pertanyaan yang kurang memahami permasalahan.

    Perayaan Natal sangat diperlukan agar pertanyaan ‘lupa ingatan’ seperti di atas tidak banyak terjadi. Karena Perayaan Natal bagi umat Kristen mempunyai makna yang sangat jelas dan tegas, yaitu Perayaan Kelahiran Yesus Kristus; sehingga jika ada yang mempertanyakan sebaliknya, perlu diselidiki niat dan maksud dari pertanyaan itu.

Berbagai agama pagan yang ada pada saat itu memiliki perayaan-perayaan dalam rentang sepanjang tahun kalender. Bulan atau tanggal apapun yang dipilih oleh umat Kristen awal untuk merayakan Kelahiran Yesus Kristus mungkin masih akan menempatkan Perayaan Natal dekat beberapa perayaan agama pagan, dan pihak-pihak yang bersebrangan dengan Kristen akan membuat klaim yang senada – menyudutkan tidak tepatnya pemilihan tanggal tersebut.

Namun ajaran Gereja telah jelas dan tegas sesuai dengan paradigma ajaran Kristen yaitu Inkarnasi Yesus Kristus yang benar-benar telah terjadi.

Doa Dasar


Tanda Salib

Dalam (Demi) nama Bapa dan Putera dan Roh kudus, Amin..


Bapa Kami

Bapa kami yang ada di dalam surga,
Dimuliakanlah nama-Mu,
Datanglah kerajaan-Mu,
Jadilah kehendak-Mu,
Diatas bumi seperti didalam sorga,
Berilah kami rejeki pada hari ini,
Dan ampunilah kesalahan kami,
Seperti kami pun mengampuni
yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami
ke dalam pencobaan,
Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Amin.

Baca juga :
Doa Bapa Kami sebagai Sumber Inspirasi dan Kekuatan
Memahami Doa Bapa Kami
Seluk-beluk Doa Bapa Kami


Salam Maria

Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu,
terpujilah engkau diantara wanita,
dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, bunda Allah,
doakanlah kami yang berdosa ini
sekarang dan waktu kami mati.
Amin.


Kemuliaan

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad.
Amin.


Doa Harapan

Allah, Bapa di surga, kasih setia-Mu kekal abadi.
Engkaulah tumpuan hidup dan harapanku.
Tanamkanlah dalam hatiku pengharapan yang teguh akan kasih dan kebaikan-Mu;
pengharapan yang menjiwai seluruh hidup Putra-Mu Yesus Kristus.
Berilah aku pengharapan yang kuat
karena yakin bahwa Engkau selalu besertaku.
Semoga aku selalu menyandarkan diri kepada-Mu dalam suka dan duka.
Aku mohon pengharapan yang teguh supaya aku tidak
mudah putus asa dalam penderitaan dan kekecewaan.

Bapa, semoga pengharapan yang kuat selalu menjiwai seluruh hidupku.
Dalam pengharapan itu aku akan membangun hidup dan masa depanku.
Dalam harapan itu pula aku percaya akan
memperoleh hidup abadi bersama Engkau.
Ya Allah, teguhkanlah pengharapanku.
Amin.


Doa Iman

Allah yang esa, Engkau telah menciptakan semesta alam,
Aku percaya bahwa Engkau adalah Bapa yang pengasih dan penyayang;
Engkau sungguh mengasihiku;

Engkau telah mengutus Yesus, Putra-Mu yang tunggal,
yang telah menjadi manusia, wafat dan bangkit untuk keselamatanku.
Engkau telah mengutus pula Roh Kudus pemberi hidup.

Dia berasal dari Bapa dan Putra.
Dia telah dicurahkan ke atasku dan berdiam di dalam diriku,
sehingga aku menjadi bait Allah.

Dialah penolong sejati,
yang membimbing aku kepada seluruh kebenaran.

Ya Bapa, berilah aku iman yang hidup,
dan jadikanlah aku berani menjadi saksi-Mu
di hadapan sesama manusia sepanjang hayatku.

Ya Allah, tambahkanlah selalu imanku.
Amin.


Doa Kasih

Doa Kasih 1

Allah, sumber segala kasih,
Engkau mengutus Putra-Mu, Yesus Kristus,
agar kasih-Mu menjadi nyata dalam hidupku,
dan semakin dikenal oleh banyak orang.

Santo Yohanes telah mengajarku,
“Barang siapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah,
sebab Allah adalah kasih.”

Semoga karena karunia kasih-Mu itu,
aku mampu mengasihi Engkau lebih dari segala sesuatu,
dengan segenap hati, segenap jiwa, dengan segenap akal budi,
dan dengan segenap kekuatan.

Karena mengasihi Engkau,
semoga akupun mengasihi orang lain
sebagaimana aku mengasihi diriku sendiri.
Ya Allah, kobarkanlah selalu kasihku.
Amin.

Doa Kasih 2

Aku mengasihi Engkau, ya Allah, dengan segenap hati, dengan seutuh jiwa,
dan dengan segala kemampuan, sebab Engkau adalah Kasih.

Bantulah aku mewujudkan kasih akan Dikau dengan
mengasihi sesama seperti aku mengasihi diriku sendiri.
Karena dorong kasih-Mu, semoga aku mengasihi Yesus, Putra-Mu terkasih,
dan mendengarkan sabda-Nya.
Berilah aku rahmat supaya dapat melaksanakan perintah-perintah-Nya,
yakni mengasihi saudara-saudaraku,
sebagaimana Yesus sendiri telah mengasihi aku.

Semoga Roh Kudus, yang telah Kau curahkan ke atasku,
menyingkirkan dari hatiku kedengkian, iri hati dan dendam.
Ya Bapa, semoga aku hidup dalam kasih dengan semua orang,
supaya dunia mengetahui bahwa aku ini milik-Mu.
Amin.


Doa Masa Adven

Ya Allah, Bapa yang mahakudus kami bersyukur kehadirat-Mu, karena lewat masa penantian ini Engkau menjanjikan Juru selamat yakni Yesus Kristus Putra-Mu. Kedatangan-Nya dinubuatkan oleh para nabi dan dinantikan oleh Perawan Maria dengan cinta mesra. Dialah Adam baru yang memulihkan persahabatan kami dengan Dikau. Ia penolong yang lemah dan menyelamatkan yang berdosa.

Ia membawa damai sejati bagi kami dan membuat semakin banyak orang mengenal Engkau, dan berani melaksanakan kehendak-Mu. Ia datang sebagai manusia biasa, untuk melaksanakan rencana-Mu dan membukakan jalan keselamatan bagi kami. Pada akhir zaman Ia akan datang lagi dengan semarak dan mulia untuk menyatakan kebahagiaan yang kami nantikan.

Kami mohon kelimpahan rahmat-Mu, agar selama hidup di dunia ini kami selalu siap siaga dan penuh harap menantikan kedatangan-Nya yang mulia, agar pada saat Ia datang nanti, kami kau perkenankan ikut berbahagia bersama Dia dan seluruh umat kesayangan-Mu. Sebab Dialah Tuhan, pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin.


Doa Masa Natal

Allah Bapa di surga, kami memuji Engkau dan bersyukur kepada-Mu karena sabda-Mu yang menjadi manusia dengan lahir ditengah-tengah kami. Ia menjadi manusia lemah agar kami yang rapuh dan fana ini diurapi oleh daya ilahi yang abadi.

Dengan kelahiran-Nya di dunia ini, Engkau yang tak dapat dilihat kini kelihatan sebagai manusia seperti kami, dan cahaya keselamatan-Mu bersinar ditengah kami, mengusir kegelapan yang menguasai kami.

Curahkanlah rahmat-Mu, agar kami yang kini merayakan misteri inkarnasi berani menjadi pembawa damai bagi sesama, dan dengan demikian kami pun menjadi sarana inkarnasi-Mu ditengah-tengah mereka. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin.


Doa Masa PraPaskah

Allah Bapa yang maha baik, kami bersyukur kepada-Mu atas Masa Prapaskah yang Kau anugerahkan kepada kami. Lewat Masa Prapaskah ini Engkau menginginkan kami untuk menyadari segala kebaikan-Mu. Selama Masa Prapaskah ini Engkau melimpahkan rahmat untuk menyegarkan iman kami.

Engkau mengajak kami untuk bertobat, menyesali kekurangan dan dosa-dosa kami. Engkau mendorong kami melepaskan diri dari belenggu nafsu yang menyesatkan. Engkau mengajar kami untuk hidup sederhana, mensyukuri segala anugerah-Mu, dan membantu orang-orang yang menderita. Karena selama Masa Prapaskah ini Engkau membimbing para calon baptis yang akan bersatu dengan kami melalui Sakramen Baptis. Dan sambil mendampingi mereka, kami pun Kau ajak menyegarkan rahmat Baptisan yang pernah kami terima dari-Mu.

Semoga karena rahmat-Mu yang Kau limpahkan selama Masa Prapaskah ini kami semakin Suci, semakin bersatu sebagai umat kesayangan-Mu, dan berani meneladan Yesus Putra-Mu, yang rela menderita sengsara, wafat dan bangkit untuk menyelamatkan kami. Sebab Dialah Tuhan, pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin.


Doa Masa Paskah

Allah Bapa yang mahabaik, kami bersyukur kepada-Mu karena Yesus Kristus telah bangkit dari Kubur. Dengan kebangkitan-Nya Kau tumbuhkan semangat dan harapan baru dalam hati kami; umat baru Kau ciptakan, dan pintu surga Kau buka bagi kami. Melalui kebangkitan-Nya kuasa dosa Kau hancurkan, kami Kau damaikan dengan Dikau dan sesama, dan alam semesta yang porak poranda Kau pugar kembali.

Dengan kenaikan-Nya Ia merintis jalan ke surga bagi kami, dan menyediakan tempat bagi kami. Semoga karena rahmat kebangkitan-Nya kami menjadi manusia baru, yang penuh harapan, yang gigih melawan dosa dan kejahatan, yang setia mengikuti kehendak-Mu, dan tak gentar akan derita salib. Demi Yesus Kristus, pengantara Kami, kini dan sepanjang masa. Amin.


Kidung Maria

Aku mengagungkan Tuhan
hatiku bersukaria karena Allah penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,
hamba-Nya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut yang bahagia,
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Mahakuasa,
kuduslah nama-Nya.

Kasih sayang-Nya turun-temurun,
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tangan-Nya,
dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya.

Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta,
yang hina dina diangkat-Nya.

Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan,
orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong.

Menurut janji-Nya kepada leluhur kita,
Allah telah menolong Israel hamba-Nya.

Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,
untuk selama-lamanya.

Kemuliaan …


Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hamba-Mu berpulang.
dalam damai sejahtera menurut sabda-Mu.
Sebab aku telah melihat keselamatan-Mu.
yang Kau sediakan di hadapan segala bangsa;
Cahaya untuk menerangi para bangsa,
dan kemuliaan bagi umat-Mu Israel.

Kemuliaan …


Kidung Zakharia

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.

Ia mengangkat bagi kita seorang Penyelamat yang gagah perkasa.
putra Daud hamba-Nya,

Seperti dijanjikan-Nya dari sedia kala,
dengan pengantaraan para nabi-Nya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita;

Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kita,
dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,
dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang maha tinggi,
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belas kasihan;
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Kemuliaan


Malaikat Tuhan (Angelus)

(Di doakan pada pukul 06.00, 12.00 dan 18.00)

Maria diberi kabar oleh malaikat Tuhan,
Bahwa ia akan mengandung dari Roh Kudus.

Salam Maria 1x

Aku ini hamba Tuhan,
Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.

Salam Maria 1x

Sabda sudah menjadi daging,
Dan tinggal diantara kita.

Salam Maria 1x

Doakanlah kami, ya Santa Bunda Allah, Supaya kami
dapat menikmati janji Kristus.

Ya Allah, karena kabar malaikat kami mengetahui bahwa Yesus Kristus Putra-Mu menjadi manusia. Curahkanlah rahmat-Mu ke dalam hati kami, supaya karena sengsara dan salib-Nya, kami dibawa kepada kebangkitan yang mulia. Sebab Dialah Tuhan, pengantara kami.

Amin.


Mohon Tujuh Karunia Roh Kudus

Datanglah, ya Roh Hikmat, turunlah atas diri kami, ajarlah kami menjadi orang bijak, terutama agar kami dapat menghargai, mencintai, dan mengutamakan cita-cita surgawi. Semoga kami Kau lepaskan dari belenggu dosa dunia ini.

Datanglah, ya Roh Pengertian, turunlah atas diri kami. Terangilah budi kami, agar dapat memahami ajaran Yesus, Sang Putra, dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.

Datanglah, ya Roh Nasihat, dampingilah kami dalam perjalanan hidup yang penuh gejolak ini. Semoga kami melakukan yang baik dan menjauhi yang jahat.

Datanglah, ya Roh Keperkasaan, kuatkanlah hamba-Mu yang lemah ini, agar tabah menghadapi segala kesulitan dan derita. Semoga kami Kau kuatkan dengan memegang tangan-Mu yang senantiasa menuntun kami.

Datanglah, ya Roh Pengenalan akan Allah. Ajarlah kami mengetahui bahwa semua yang ada di dunia ini sifatnya sementara saja. Bimbinglah kami agar dapat menggunakan hal-hal duniawi untuk kemuliaan-Mu.

Datanglah, ya Roh Kesalehan, bimbinglah kami untuk terus berbakti kepada-Mu. Ajarlah kami untuk menjadi orang yang tahu berterima kasih atas segala kebaikan-Mu dan berani menjadi teladan kesalehan bagi orang-orang di sekitar kami.

Datanglah, ya Roh Takut akan Allah, ajarlah kami untuk takut dan tunduk kepada-Mu dimana pun kami berada. Tegakkanlah kami agar selalu berusaha melakukan hal-hal yang berkenan kepada-Mu.

Amin.


Novena Roh Kudus

Novena Roh Kudus ini dilaksanakan selama sembilan hari, mulai pada hari sesudah kenaikan Yesus ke surga dan berakhir pada hari Sabtu menjelang Pentekosta. Dalam novena ini umat memuji Tuhan yang menjanjikan kedatangan Roh Kudus dan memohon rahmat-Nya agar siap menyambut kedatangan Roh Kudus. Novena ini juga dapat dilaksanakan dalam kesempatan lain.

Hari Pertama

Allah pokok keselamatan kami, karena kebangkitan Kristus kami lahir kembali dalam pembabtisan dan menjalani hidup baru. Arahkanlah hati kami kepada Kristus yang kini duduk di sebelah kanan-Mu. Semoga Roh-Mu menjaga kami sampai Penyelamat kami datang dalam kemuliaan, sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin

Dilanjutkan dengan Rosario Roh Kudus …

Hari Kedua

Allah yang mahabijaksana, Putra-Mu menjanjikan Roh Kudus kepada para rasul dan memenuhi janji itu sesudah Dia naik ke surga. Semoga kami pun Kau anugrahi karunia Roh Kudus. Demi Yesus Kristus, Pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin

Dilanjutkan dengan Rosario Roh Kudus …

Hari Ketiga

Allah, Penyelamat kami, kami percaya bahwa Kristus telah bersatu dengan Dikau dalam keagungan. Semoga dalam Roh-Nya, Dia selalu menyertai kami sampai akhir zaman, seperti yang dijanjikan-Nya. Sebab Dialah Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin

Dilanjutkan dengan Rosario Roh Kudus …

Hari Keempat

Allah yang mahakudus, semoga kekuatan Roh-Mu turun atas kami, agar kami mematuhi kehendak-Mu dengan setia dan mengamalkannya dalam cara hidup kami. Demi Yesus Kristus, Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin

Dilanjutkan dengan Rosario Roh Kudus …

Hari Kelima

Allah yang mahakuasa dan mahakudus, semoga Roh Kudus turun atas kami dan berdiam dalam diri kami, sehingga kami menjadi kenisah kemuliaan-Nya. Demi Yesus Kristus, Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin

Dilanjutkan dengan Rosario Roh Kudus …

Hari Keenam

Allah yang mahaesa, Engkau telah menghimpun Gereja dalam Roh Kudus. Semoga kami mengabdi kepada-Mu dengan ikhlas dan bersatu padu dalam cinta. Demi Yesus Kristus, Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin

Dilanjutkan dengan Rosario Roh Kudus …

Hari Ketujuh

Allah yang mahakudus, curahkanlah Roh Kudus-Mu ke dalam diri kami, sehingga kami dapat melaksanakan kehendak-Mu dan layak menjadi milik-Mu. Demi Yesus Kristus, Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin

Dilanjutkan dengan Rosario Roh Kudus …

Hari Kedelapan

Allah sumber cahaya kekal, Engkau telah membukakan bagi kami jalan menuju hidup kekal dengan memuliakan Putra-Mu dan mengutus Roh Kudus. Semoga cinta bakti dan iman kami selalu bertambah. Demi Yesus Kristus, Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin

Dilanjutkan dengan Rosario Roh Kudus …

Hari Kesembilan

Allah yang mahakuasa, kebangkitan Putra-Mu telah menumbuhkan hidup baru dalam diri kami. Semoga karena bantuan Roh-Mu kami mewujudkan rahmat kebangkitan dalam hidup kami sehari-hari. Demi Yesus Kristus, Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin


Syukur Atas Pengampunan

Allah yang maharahim, Engkau tidak menghendaki kematian orang berdosa.
Sebaliknya Engkau menghendaki supaya kami bertobat dan hidup.
Maka engkau mengundang orang berdosa supaya bertobat,
dan kepada kami yang bertobat Engkau melimpahkan pengampunan.

Kesalahan kami Engkau hapuskan, dan dosa kami tidak Kau ingat lagi.
(Amin)

Terima kasih, ya Allah, atas pengampunan yang Kau berikan kepada kami.
Semoga sukacita di surga karena satu orang berdosa bertobat juga menjadi sukacita kami.
Semoga sukacita pengampunan ini,
mendorong kami selalu hidup rukun dan damai dengan seluruh umat-Mu.

Ya Allah, perkenankanlah kini kami pergi dalam damai,
dan selalu ingat akan sabda Putra-Mu
yang menghendaki kami tidak berbuat dosa lagi.
(Amin)


Ratu Surga

(Di doakan pada jam 6.00,12.00,15.00 di Masa Paskah)

Ratu surga bersukacitalah, Alleluya, Sebab Ia yang sudi kau kandung, Alleluya
Telah bangkit seperti disabdakan-Nya, Alleluya Doakanlah kami pada Allah, Alleluya !

Bersukacitalah dan bergembiralah, Perawan Maria, alleluya, Sebab Tuhan sungguh telah bangkit, alleluya Marilah berdoa. (Hening)

Ya Allah, Engkau telah menggembirakan dunia dengan kebangkitan Putra-Mu,Tuhan kami Yesus Kristus.
Kami mohon; perkenankanlah kami bersukacita dalam kehidupan kekal bersama bunda-Nya, Perawan Maria.

Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Maria Perawan

Maria mengajukan keberatan karena ia “belum bersuami”. Malaikat menjawab, “Roh Kudus akan turun atasmu”. Ini tidak berarti bahwa Roh Kudus akan menjadi suami Maria, tetapi bahwa kelahiran Yesus akan menjadi karya Allah. Lalu bagaimana dengan Maria yang tidak bersuami? Menurut syahadat, Yesus “dilahirkan oleh Perawan Maria”. Dasar pernyataan ini adalah kisah Lukas tersebut di atas, sedangkan penjelasan lebih lanjut dapat dilihat dalam Mat 1:18-25. Tulisan Perjanjian Baru yang lain tidak pernah berbicara mengenai hal itu. Dalam Rm 1:3-4 memang ditegaskan bahwa Yesus “diperanakkan dari keturunan Daud” (walaupun itu “menurut daging”), sedang sebutan “Anak Allah” juga dihubungkan dengan “Roh kekudusan”. Tetapi yang terakhir itu terang menyangkut “kebangkitan-Nya dari antara orang mati”.

Rupa-rupanya dalam Gereja perdana berkembanglah kesadaran, bahwa apa yang dinyatakan dalam kebangkitan sudah ada sejak kelahiran. Semua itu mengungkapkan iman Gereja akan kekhasan Yesus dalam hubungan-Nya dengan Allah. Mungkin juga kisah mengenai kelahiran dari seorang perawan mempunyai maksud dan tujuan yang sama. Dalam hal ini tidak jelas, apakah keperawanan Maria hanya dimaksudkan untuk mengungkapkan keluhuran Yesus sebagai Anak Allah atau sungguh mau dinyatakan sebagai fakta historis. Ternyata Luk 2:48 dan Mat 13:55 berbicara mengenai Yusuf sebagai ayah Yesus (bdk. Luk 2:41.43; Yoh 6;42; juga 3:23 dan Mat 1: 16), namun keperawanan Maria seharusnya diartikan secara teologis. Di sini jelas bahwa Yusuf tidak dapat menjadi ayah Yesus, karena – hanya Allahlah ayah Yesus. Kata “ayah” tidak dapat dipakai dengan arti yang sama untuk Yusuf dan untuk Allah. Kalau Yusuf dikatakan ayah Yesus, itu mempunyai arti manusiawi melulu. Sebaliknya dengan menyatakan Allah sebagai Bapa Yesus, diungkapkan misteri kepribadian Yesus. Keperawanan Maria, baik dalam arti historis, maupun teologis, menyatakan bahwa Yesus bukan manusia biasa.

Warta Malaikat kepada Maria

Dengan singkat Lukas menceritakan peristiwa kelahiran Yesus:

“Ketika mereka di situ (Betlehem), tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan” (Luk 2:6-7).

Tekanan ada pada kemiskinan-Nya sebagai anak orang miskin (lih. juga ay. 12 dan 16). Mengenai keagungan-Nya sebagai Anak Allah, Lukas bercerita dalam warta malaikat kepada Maria, Luk 1:26-38. Kisah itu sebetulnya semacam kisah panggilan, serupa dengan warta kepada Zakharia (Luk 1:5-25), yang dirumuskan dengan gaya Perjanjian Lama.

Misalnya, warta kepada Hagar (Kej 16:11-12) ataupun Sara (Kej 17:19-20), juga kepada ibu Simson (Hak 13:3-5) dan terutama nubuat kepada raja Ahas (Yes 7:14-17); juga Hak 6:14-18: Panggilan Gideon” (bdk. Kel 3:10-12: Musa, dan Yer 1:4-12: Panggilan Yeremia). Penampakan malaikat juga mirip dengan Perjanjian Lama, khususnya Dan 8:16-18; 9:20-23 dan (terutama) 10:8-21.

Malaikat masuk, lalu terjadilah dialog dengan Maria dalam dua tahap: “Engkau akan mengandung dan melahirkan,” dan “Bagaimana hal itu mungkin terjadi?” Dalam jawaban malaikat kepada Maria terungkap seluruh misteri kesatuan Kristus dengan Allah, sebab warta malaikat tidak lain daripada wahyu Allah sendiri.

Kata malaikat berarti “utusan”, Sering kali mereka juga disebut “anak-anak Allah” atau bahkan “ilah”. Mereka diutus dengan aneka ragam tugas, sesuai dengan kebutuhan. Sering mereka menyampaikan wahyu Allah. Karena mereka tampil sebagai utusan Allah, maka mengenai para malaikat sendiri tidak dikatakan banyak dalam Kitab Suci. Dan ternyata sering tidak jelas perbedaan antara malaikat dan Allah sendiri (lih. Kej 16:7-11 dan 13; begitu juga Kej 21:15-21; 22:11-12; 31:11-13; Kel 3:2-6; Hak 6:11″24 dan banyak teks lain). Dengan demikian kiranya mau dinyatakan bahwa Tuhan memang berbicara kepada manusia, tetapi dari pihak lain manusia tidak dapat melihat Allah secara langsung. Kadang-kadang Tuhan menyapa manusia secara langsung (lih. Kej 15), di lain tempat hanya disebut malaikat-Nya (1Raj 19). Dalam Kel 14:19 malaikat Tuhan tampaknya sama dengan “tiang awan”, yang tidak berbeda dengan Tuhan sendiri (13:21). Tetapi dalam Kel 33:2-3 Tuhan bersabda: “Aku akan mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, sebab Aku (sendiri) tidak akan berjalan di tengah-tengahmu”. Malaikat tidak pernah bekerja sendiri, tetapi selalu sebagai utusan Allah untuk menyampaikan sabda atau rahmat dan perlindungan Allah.

Dalam warta pertama, yang menyatakan bahwa Maria akan menjadi ibu, juga dijelaskan bagaimana anaknya nanti:

“Ia akan menjadi besar .
dan akan disebut Anak Allah yang Mahatinggi,
Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa
leluhur-Nya,
dari ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya
dan kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”

Yesus disebut “besar” karena Ia akan menjadi Mesias yang dinanti-nantikan. Malaikat menyampaikan kepada Maria, bahwa apa yang dijanjikan kepada Daud (2Sam 7:13-16; lih. Yes 9:6) sekarang akan menjadi kenyataan. Maka “Anak Allah” juga masih harus diartikan sesuai dengan 2Sam 7:14 sebagai “anak mas” Allah, yang dikasihi dan dirahmati.

Reaksi Maria atas sabda malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami”. Jawab malaikat,

“Roh Kudus akan turun atasmu, dan
Kuasa Allah yang Mahatinggi akan menaungi engkau;
sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.”

Maria bertanya, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi?” Ini mustahil. Malaikat menjawab: “Bagi Allah tidak ada yang mustahil” (ay. 37). Ini akan terjadi oleh kuasa Allah, “kuasa Allah akan menaungi engkau”. Dengan perkataan lain, “Roh Kudus akan turun atasmu”. Roh Kudus sama dengan kuasa Allah (seperti dikatakan dalam Kis 1:8). Sebab Anak ini akan lahir karena kuasa Allah, maka Ia juga akan menjadi “kudus” sebagai sifat Allah yang khas (lih. Hos 11:9; Yes 55:5). Oleh karenanya, kata “Anak Allah” tidak hanya berarti Mesias, melainkan juga Dia yang boleh mengambil bagian dalam kekudusan Allah sendiri (bdk. Mrk 1:24 = Luk 4:34; Yoh 6:69; Kis 3:14; Why 3:7).