Doa Untuk Keluarga

Ya Allah, Bapa sekalian insan, Engkau menciptakan manusia dan menghimpun mereka menjadi satu keluarga, yakni keluarga-Mu sendiri. Engkau pun telah memberi kami keluarga teladan, yakni keluarga kudus Nazaret, yang anggota-anggotanya sangat takwa kepada-Mu dan penuh kasih satu sama lain. Terima kasih, Bapa, atas teladan yang indah ini.

Semoga keluarga kami selalu Kau dorong untuk meneladan keluarga kudus di Nazaret. Semoga keluarga kami tumbuh menjadi keluarga Kristen yang sejati yang dibangun atas dasar iman dan kasih: kasih akan Dikau dan kasih antar semua anggota keluarga.

Ajarlah kami hidup menurut Injil, yaitu rukun, ramah, bijaksana, sederhana, saling menyayangi, saling menghormati, dan saling membantu dengan ikhlas hati. Hindarkanlah keluarga kami dari marabahaya dan malapetaka; sertailah kami dalam suka dan duka; tabahkanlah kami bila kami sekeluarga menghadapi masalah-masalah. Bantulah kami agar tetap bersatu padu dan sehati sejiwa; hindarkan kami dari perpecahan dan percekcokan.

Jadikanlah keluarga kami ibarat batu yang hidup untuk membangun jemaat-Mu menjadi Tubuh Kristus yang rukun dan bersatu padu.

Berilah kepada keluarga kami rezeki yang cukup. Semoga kami sekeluarga selalu berusaha hidup baik di tengah-tengah jemaat dan masyarakat.

Jadikanlah keluarga kami garam dan terang dalam masyarakat. Semoga keluarga kami selalu setia mengamalkan peran ini kendati harus menghadapi aneka tantangan.

Ya Bapa, kami berdoa pula untuk keluarga yang sedang dilanda kesulitan. Dampingilah mereka agar jangan patah semangat. Terlebih kami sangat prihatin untuk keluarga-keluarga yang berantakan. Jangan biarkan mereka ini hancur. Sebaliknya berilah kekuatan kepada para anggotanya untuk membangun kembali keutuhan keluarga.

Semua ini kami mohon kepada-Mu, Bapa keluarga umat manusia, dengan pengataraan Yesus Kristus, Tuhan kami.

Amin

Doa Siap Menghadapi Kematian

Allah, yang menguasai hidup dan mati, lewat kematian Engkau menghantar Yesus kepada kebangkitan. Lewat kematian pula Engkau menghantar semua pengikut Yesus kepada kebahagiaan abadi. Kematian telah Kau jadikan pintu yang harus kami lewati untuk masuk ke dalam hidup abadi.

Dengan kematian, hidup kami tidak binasa, tetapi Kau ubah dan Kau angkat menjadi hidup baru yang tidak akan berkesudahan, sehingga Rasul Paulus bahkan dengan rindu menantikan saat peralihan itu.

Ya Bapa, bersandar pada kebijaksanaan-Mu ini, semoga kami tidak takut menghadapi kematian, tetapi sebaliknya dengan rindu menantikannya. Bantulah kami menjadikan seluruh hidup kami masa persiapan yang baik untuk hidup lestari di alam baka, sehingga kapan pun kematian itu tiba, kami siap menyambutnya, siap kembali kepada-Mu. Semoga kalau kemah kediaman kami di bumi ini Kau bongkar, dengan gembira hati kami beralih ke rumah kediaman abadi yang Kau sediakan sendiri bagi kami.

Ya Bapa, kami mohon keberanian bagi mereka yang takut akan kematian. Semoga mereka tidak dibebani oleh ketakutan akan hukuman yang mereka bayangkan. Semoga dengan penuh iman mereka pasrah kepada-Mu. Semua ini kami lambungkan kepada-Mu demi Kristus, Tuhan kami.

Amin.

Doa Keluarga

Allah, Bapa kami yang Maha kasih, kami sekeluarga datang bersembah sujud di hadapan-Mu. Kami bersyukur atas segala rahmat-Mu di dalam kehidupan keluarga kami ini.

Engkau menghimpun kami semua yang tinggal bersama kami sebagai satu keluarga. Kami bersyukur karena Engkau menganugerahkan rahmat keselamatan kepada kami melalui Yesus Kristus, Putera-Mu.

Bapa, Kami percaya Engkau menyertai keluarga kami ini, sehingga keluarga kami benar-benar menjadi gereja rumah tangga yang bertumbuh dan berkembang dalam keutamaan-keutamaan Kristiani: iman, harapan dan kasih.

Kami percaya, Engkau membimbing keluarga kami dalam kesulitan hidup yang kami alami setiap hati. Kuatkanlah kami sekeluarga, bilamana kami tergoda untuk jatuh ke dalam dosa dan menyimpang daripada-Mu.

Tumbuhkanlah iman kami agar setiap hari kami tetap teguh menghadapi tantangan-tantangan nyata di dalam kehidupan. Kuatkanlah harapan kami agar tidak mudah putus asa ketika rencana-rencana kami seakan-akan mengalami kegagalan.

Semoga berkat rahmat-Mu semua yang tinggal bersama kami, saling berbagi kasih satu sama lain, belajar berkorban dan rela memberi maaf dan pengampunan. Bapa, Kami serahkan keluarga kami seutuhnya ke dalam penyelenggaraan kasih-Mu. Semoga segala bentuk kejahatan Kau singkirkan jauh-jauh dari keluarga kami. Biarlah kehangatan dan kedamaian, senantiasa menyertai keluarga kami dan cinta kasih-Mu mewarnai hidup keluarga kami sehari-hari.

Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putera-Mu, Tuhan kami yang hidup dan berkuasa bersama Dikau, dan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.

(Amin)

Doa Keluarga Kristiani

Allah Bapa Maha pengasih, kami berdoa kepada-Mu, lindungilah keluarga kami, tempat dimana kami mendapatkan kedamaian, perlindungan dan cinta kasih.

Berkatilah orang-tua kami agar selalu Kau jagai dan Kau lindungi dalam setiap aktifitas mereka, sebab mereka telah menjaga kami dalam cinta dan pengorbanan.

Berikanlah mereka hati yang tulus dan murni dalam menemani dan mendampingi kami.

Tuhan yang Mahabaik, mampukanlah kami sebagai anak, Agar dapat berbakti serta membahagiakan orang tua kami.

Pimpinlah kami dalam menjalankan setiap hal baik, guna menumbuhkan iman kami bersama kepada-Mu. Jauhkanlah kami dari keegoisan diri dan rasa congkak hati sehingga kami tetap mengutamakan kegembiraan untuk orang tua kami.

Aliah yang Mahakuasa, mampukan keluarga kami untuk dapat terus bersyukur atas apa yang kau berikan, bersyukur atas keterlibatan-Mu dalam menumbuhkan iman kami.

Sehingga hanya dengan dasar Kasih-Mu itulah perjalanan peziarahan hidup keluarga semakin berkenan di hadapan-Mu.

Ajarilah keluarga kami menjadi keluarga yang bersedia hidup sederhana namun kaya dalam iman, sebagaimana yang diteladankan oleh keluarga kudus-Mu di Nazaret.

Doa ini kami persembahkan kepada-Mu, demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.

Amin.

Doa dalam Kesepian

Allah, sumber segala penghiburan, dalam kesepianku ini aku merasa sendirian, seperti Yesus yang tatkala bergantung di salib berseru, “Allahku, ya Allah-ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku.” Bapa, aku merasa bahwa semua orang meninggalkan aku; tak seorang pun peduli akan keadaanku.

Maka, temanilah aku, ya Bapa, jangan biarkan aku terus merana dalam kesepian. Semoga di dalam kesepian ini aku justru menemukan Dikau dan menyadari kehadiran-Mu. Dan bersama Engkau semoga aku dapat menghadapi kenyataan hidup yang berat ini dengan penuh harapan. Demi Yesus Kristus, yang tidak akan meninggalkan aku sebagai yatim piatu, tetapi selalu menyertaiku sampai akhir zaman.

(Amin.)

Doa dalam Kegagalan

Allah, pangkal harapan sejati, Yesus yang Kau utus menyelamatkan kami, pernah mengalami kegagalan, yakni ketika menderita sengsara, ditinggalkan oleh para murid-Nya, tergantung di salib, dan akhirnya wafat. Pandanglah anak-Mu yang sedang sedih karena mengalami kegagalan. Sebagaimana Engkau membangkitkan Yesus dari kegagalan, bahkan dari kematian, bangkitkanlah aku dari kepedihan ini.

Berilah aku semangat yang baru, dan jangan Kau biarkan aku berputus asa. Sebaliknya, terangilah budi dan hatiku, agar aku mampu melihat kehendak-Mu di balik kegagalanku ini. Semoga aku dapat memetik hikmah dari kegagalan ini untuk langkah hidupku selanjutnya: Sebagaimana biji gandum yang jatuh ke tanah itu mati, dan menghasilkan buah melimpah, semoga hikmah yang kami petik dari kegagalan ini mendatangkan keberhasilan dalam hidupku nanti.

Bapa, kegagalanku ini kupersatukan dengan sengsara dan wafat Kristus, supaya aku pun boleh bangkit dalam semangat baru, seperti Ia bangkit dari mati. Sebab Dialah Tuhan, yang telah merintis jalan untuk bangkit dari setiap kegagalan.

(Amin.)

Doa dalam Kebimbangan

Allah, tumpuan hidupku, dengan hati yang dirundung kebimbangan aku datang kepada-Mu. Aku ingat akan Yesus yang menjadi bimbang tatkala menderita di Taman Getsemani. Tetapi Engkau mengutus seorang malaikat kepada-Nya untuk memberikan kekuatan. Maka Ia pun segera yakin akan kehendak-Mu. Dan ketika para murid takut serta bimbang karena di-ombang-ambingkan gelombang, Yesus tampil meredakan badai.

Ya Bapa, Engkaulah tumpuan iman dan harapanku saat ini. Pandanglah anak-Mu yang sedang dalam kebimbangan ini. Berilah aku kekuatan agar tidak goncang dan jatuh. Terangilah hatiku, agar aku dapat mengambil keputusan yang sesuai dengan kehendak-Mu, dan kembali melangkah dengan mantap dalam tuntunan tangan-Mu. Allah, bantulah kami yang sedang bimbang ini.

(Amin.)