Doa Dasar



Tanda Salib

Dalam (Demi) nama Bapa dan Putera dan Roh kudus, Amin..


Bapa Kami

Bapa kami yang ada di dalam surga,
Dimuliakanlah nama-Mu,
Datanglah kerajaan-Mu,
Jadilah kehendak-Mu,
Diatas bumi seperti didalam sorga,
Berilah kami rejeki pada hari ini,
Dan ampunilah kesalahan kami,
Seperti kami pun mengampuni
yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami
ke dalam pencobaan,
Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Amin.

Baca juga :
Doa Bapa Kami sebagai Sumber Inspirasi dan Kekuatan
Memahami Doa Bapa Kami
Seluk-beluk Doa Bapa Kami


Salam Maria

Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu,
terpujilah engkau diantara wanita,
dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, bunda Allah,
doakanlah kami yang berdosa ini
sekarang dan waktu kami mati.
Amin.


Kemuliaan

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad.
Amin.


Doa Harapan

Allah, Bapa di surga, kasih setia-Mu kekal abadi.
Engkaulah tumpuan hidup dan harapanku.
Tanamkanlah dalam hatiku pengharapan yang teguh akan kasih dan kebaikan-Mu;
pengharapan yang menjiwai seluruh hidup Putra-Mu Yesus Kristus.
Berilah aku pengharapan yang kuat
karena yakin bahwa Engkau selalu besertaku.
Semoga aku selalu menyandarkan diri kepada-Mu dalam suka dan duka.
Aku mohon pengharapan yang teguh supaya aku tidak
mudah putus asa dalam penderitaan dan kekecewaan.

Bapa, semoga pengharapan yang kuat selalu menjiwai seluruh hidupku.
Dalam pengharapan itu aku akan membangun hidup dan masa depanku.
Dalam harapan itu pula aku percaya akan
memperoleh hidup abadi bersama Engkau.
Ya Allah, teguhkanlah pengharapanku.
Amin.


Doa Iman

Allah yang esa, Engkau telah menciptakan semesta alam,
Aku percaya bahwa Engkau adalah Bapa yang pengasih dan penyayang;
Engkau sungguh mengasihiku;

Engkau telah mengutus Yesus, Putra-Mu yang tunggal,
yang telah menjadi manusia, wafat dan bangkit untuk keselamatanku.
Engkau telah mengutus pula Roh Kudus pemberi hidup.

Dia berasal dari Bapa dan Putra.
Dia telah dicurahkan ke atasku dan berdiam di dalam diriku,
sehingga aku menjadi bait Allah.

Dialah penolong sejati,
yang membimbing aku kepada seluruh kebenaran.

Ya Bapa, berilah aku iman yang hidup,
dan jadikanlah aku berani menjadi saksi-Mu
di hadapan sesama manusia sepanjang hayatku.

Ya Allah, tambahkanlah selalu imanku.
Amin.


Doa Kasih

Doa Kasih 1

Allah, sumber segala kasih,
Engkau mengutus Putra-Mu, Yesus Kristus,
agar kasih-Mu menjadi nyata dalam hidupku,
dan semakin dikenal oleh banyak orang.

Santo Yohanes telah mengajarku,
“Barang siapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah,
sebab Allah adalah kasih.”

Semoga karena karunia kasih-Mu itu,
aku mampu mengasihi Engkau lebih dari segala sesuatu,
dengan segenap hati, segenap jiwa, dengan segenap akal budi,
dan dengan segenap kekuatan.

Karena mengasihi Engkau,
semoga akupun mengasihi orang lain
sebagaimana aku mengasihi diriku sendiri.
Ya Allah, kobarkanlah selalu kasihku.
Amin.

Doa Kasih 2

Aku mengasihi Engkau, ya Allah, dengan segenap hati, dengan seutuh jiwa,
dan dengan segala kemampuan, sebab Engkau adalah Kasih.

Bantulah aku mewujudkan kasih akan Dikau dengan
mengasihi sesama seperti aku mengasihi diriku sendiri.
Karena dorong kasih-Mu, semoga aku mengasihi Yesus, Putra-Mu terkasih,
dan mendengarkan sabda-Nya.
Berilah aku rahmat supaya dapat melaksanakan perintah-perintah-Nya,
yakni mengasihi saudara-saudaraku,
sebagaimana Yesus sendiri telah mengasihi aku.

Semoga Roh Kudus, yang telah Kau curahkan ke atasku,
menyingkirkan dari hatiku kedengkian, iri hati dan dendam.
Ya Bapa, semoga aku hidup dalam kasih dengan semua orang,
supaya dunia mengetahui bahwa aku ini milik-Mu.
Amin.


Doa Masa Adven

Ya Allah, Bapa yang mahakudus kami bersyukur kehadirat-Mu, karena lewat masa penantian ini Engkau menjanjikan Juru selamat yakni Yesus Kristus Putra-Mu. Kedatangan-Nya dinubuatkan oleh para nabi dan dinantikan oleh Perawan Maria dengan cinta mesra. Dialah Adam baru yang memulihkan persahabatan kami dengan Dikau. Ia penolong yang lemah dan menyelamatkan yang berdosa.

Ia membawa damai sejati bagi kami dan membuat semakin banyak orang mengenal Engkau, dan berani melaksanakan kehendak-Mu. Ia datang sebagai manusia biasa, untuk melaksanakan rencana-Mu dan membukakan jalan keselamatan bagi kami. Pada akhir zaman Ia akan datang lagi dengan semarak dan mulia untuk menyatakan kebahagiaan yang kami nantikan.

Kami mohon kelimpahan rahmat-Mu, agar selama hidup di dunia ini kami selalu siap siaga dan penuh harap menantikan kedatangan-Nya yang mulia, agar pada saat Ia datang nanti, kami kau perkenankan ikut berbahagia bersama Dia dan seluruh umat kesayangan-Mu. Sebab Dialah Tuhan, pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin.


Doa Masa Natal

Allah Bapa di surga, kami memuji Engkau dan bersyukur kepada-Mu karena sabda-Mu yang menjadi manusia dengan lahir ditengah-tengah kami. Ia menjadi manusia lemah agar kami yang rapuh dan fana ini diurapi oleh daya ilahi yang abadi.

Dengan kelahiran-Nya di dunia ini, Engkau yang tak dapat dilihat kini kelihatan sebagai manusia seperti kami, dan cahaya keselamatan-Mu bersinar ditengah kami, mengusir kegelapan yang menguasai kami.

Curahkanlah rahmat-Mu, agar kami yang kini merayakan misteri inkarnasi berani menjadi pembawa damai bagi sesama, dan dengan demikian kami pun menjadi sarana inkarnasi-Mu ditengah-tengah mereka. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin.


Doa Masa PraPaskah

Allah Bapa yang maha baik, kami bersyukur kepada-Mu atas Masa Prapaskah yang Kau anugerahkan kepada kami. Lewat Masa Prapaskah ini Engkau menginginkan kami untuk menyadari segala kebaikan-Mu. Selama Masa Prapaskah ini Engkau melimpahkan rahmat untuk menyegarkan iman kami.

Engkau mengajak kami untuk bertobat, menyesali kekurangan dan dosa-dosa kami. Engkau mendorong kami melepaskan diri dari belenggu nafsu yang menyesatkan. Engkau mengajar kami untuk hidup sederhana, mensyukuri segala anugerah-Mu, dan membantu orang-orang yang menderita. Karena selama Masa Prapaskah ini Engkau membimbing para calon baptis yang akan bersatu dengan kami melalui Sakramen Baptis. Dan sambil mendampingi mereka, kami pun Kau ajak menyegarkan rahmat Baptisan yang pernah kami terima dari-Mu.

Semoga karena rahmat-Mu yang Kau limpahkan selama Masa Prapaskah ini kami semakin Suci, semakin bersatu sebagai umat kesayangan-Mu, dan berani meneladan Yesus Putra-Mu, yang rela menderita sengsara, wafat dan bangkit untuk menyelamatkan kami. Sebab Dialah Tuhan, pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin.


Doa Masa Paskah

Allah Bapa yang mahabaik, kami bersyukur kepada-Mu karena Yesus Kristus telah bangkit dari Kubur. Dengan kebangkitan-Nya Kau tumbuhkan semangat dan harapan baru dalam hati kami; umat baru Kau ciptakan, dan pintu surga Kau buka bagi kami. Melalui kebangkitan-Nya kuasa dosa Kau hancurkan, kami Kau damaikan dengan Dikau dan sesama, dan alam semesta yang porak poranda Kau pugar kembali.

Dengan kenaikan-Nya Ia merintis jalan ke surga bagi kami, dan menyediakan tempat bagi kami. Semoga karena rahmat kebangkitan-Nya kami menjadi manusia baru, yang penuh harapan, yang gigih melawan dosa dan kejahatan, yang setia mengikuti kehendak-Mu, dan tak gentar akan derita salib. Demi Yesus Kristus, pengantara Kami, kini dan sepanjang masa. Amin.


Kidung Maria

Aku mengagungkan Tuhan
hatiku bersukaria karena Allah penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,
hamba-Nya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut yang bahagia,
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Mahakuasa,
kuduslah nama-Nya.

Kasih sayang-Nya turun-temurun,
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tangan-Nya,
dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya.

Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta,
yang hina dina diangkat-Nya.

Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan,
orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong.

Menurut janji-Nya kepada leluhur kita,
Allah telah menolong Israel hamba-Nya.

Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,
untuk selama-lamanya.

Kemuliaan …


Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hamba-Mu berpulang.
dalam damai sejahtera menurut sabda-Mu.
Sebab aku telah melihat keselamatan-Mu.
yang Kau sediakan di hadapan segala bangsa;
Cahaya untuk menerangi para bangsa,
dan kemuliaan bagi umat-Mu Israel.

Kemuliaan …


Kidung Zakharia

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.

Ia mengangkat bagi kita seorang Penyelamat yang gagah perkasa.
putra Daud hamba-Nya,

Seperti dijanjikan-Nya dari sedia kala,
dengan pengantaraan para nabi-Nya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita;

Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kita,
dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,
dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang maha tinggi,
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belas kasihan;
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Kemuliaan


Malaikat Tuhan (Angelus)

(Di doakan pada pukul 06.00, 12.00 dan 18.00)

Maria diberi kabar oleh malaikat Tuhan,
Bahwa ia akan mengandung dari Roh Kudus.

Salam Maria 1x

Aku ini hamba Tuhan,
Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.

Salam Maria 1x

Sabda sudah menjadi daging,
Dan tinggal diantara kita.

Salam Maria 1x

Doakanlah kami, ya Santa Bunda Allah, Supaya kami
dapat menikmati janji Kristus.

Ya Allah, karena kabar malaikat kami mengetahui bahwa Yesus Kristus Putra-Mu menjadi manusia. Curahkanlah rahmat-Mu ke dalam hati kami, supaya karena sengsara dan salib-Nya, kami dibawa kepada kebangkitan yang mulia. Sebab Dialah Tuhan, pengantara kami.

Amin.


Mohon Tujuh Karunia Roh Kudus

Datanglah, ya Roh Hikmat, turunlah atas diri kami, ajarlah kami menjadi orang bijak, terutama agar kami dapat menghargai, mencintai, dan mengutamakan cita-cita surgawi. Semoga kami Kau lepaskan dari belenggu dosa dunia ini.

Datanglah, ya Roh Pengertian, turunlah atas diri kami. Terangilah budi kami, agar dapat memahami ajaran Yesus, Sang Putra, dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.

Datanglah, ya Roh Nasihat, dampingilah kami dalam perjalanan hidup yang penuh gejolak ini. Semoga kami melakukan yang baik dan menjauhi yang jahat.

Datanglah, ya Roh Keperkasaan, kuatkanlah hamba-Mu yang lemah ini, agar tabah menghadapi segala kesulitan dan derita. Semoga kami Kau kuatkan dengan memegang tangan-Mu yang senantiasa menuntun kami.

Datanglah, ya Roh Pengenalan akan Allah. Ajarlah kami mengetahui bahwa semua yang ada di dunia ini sifatnya sementara saja. Bimbinglah kami agar dapat menggunakan hal-hal duniawi untuk kemuliaan-Mu.

Datanglah, ya Roh Kesalehan, bimbinglah kami untuk terus berbakti kepada-Mu. Ajarlah kami untuk menjadi orang yang tahu berterima kasih atas segala kebaikan-Mu dan berani menjadi teladan kesalehan bagi orang-orang di sekitar kami.

Datanglah, ya Roh Takut akan Allah, ajarlah kami untuk takut dan tunduk kepada-Mu dimana pun kami berada. Tegakkanlah kami agar selalu berusaha melakukan hal-hal yang berkenan kepada-Mu.

Amin.


Novena Roh Kudus

Novena Roh Kudus ini dilaksanakan selama sembilan hari, mulai pada hari sesudah kenaikan Yesus ke surga dan berakhir pada hari Sabtu menjelang Pentekosta. Dalam novena ini umat memuji Tuhan yang menjanjikan kedatangan Roh Kudus dan memohon rahmat-Nya agar siap menyambut kedatangan Roh Kudus. Novena ini juga dapat dilaksanakan dalam kesempatan lain.

Hari Pertama

Allah pokok keselamatan kami, karena kebangkitan Kristus kami lahir kembali dalam pembabtisan dan menjalani hidup baru. Arahkanlah hati kami kepada Kristus yang kini duduk di sebelah kanan-Mu. Semoga Roh-Mu menjaga kami sampai Penyelamat kami datang dalam kemuliaan, sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin

Dilanjutkan dengan Rosario Roh Kudus …

Hari Kedua

Allah yang mahabijaksana, Putra-Mu menjanjikan Roh Kudus kepada para rasul dan memenuhi janji itu sesudah Dia naik ke surga. Semoga kami pun Kau anugrahi karunia Roh Kudus. Demi Yesus Kristus, Pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin

Dilanjutkan dengan Rosario Roh Kudus …

Hari Ketiga

Allah, Penyelamat kami, kami percaya bahwa Kristus telah bersatu dengan Dikau dalam keagungan. Semoga dalam Roh-Nya, Dia selalu menyertai kami sampai akhir zaman, seperti yang dijanjikan-Nya. Sebab Dialah Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin

Dilanjutkan dengan Rosario Roh Kudus …

Hari Keempat

Allah yang mahakudus, semoga kekuatan Roh-Mu turun atas kami, agar kami mematuhi kehendak-Mu dengan setia dan mengamalkannya dalam cara hidup kami. Demi Yesus Kristus, Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin

Dilanjutkan dengan Rosario Roh Kudus …

Hari Kelima

Allah yang mahakuasa dan mahakudus, semoga Roh Kudus turun atas kami dan berdiam dalam diri kami, sehingga kami menjadi kenisah kemuliaan-Nya. Demi Yesus Kristus, Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin

Dilanjutkan dengan Rosario Roh Kudus …

Hari Keenam

Allah yang mahaesa, Engkau telah menghimpun Gereja dalam Roh Kudus. Semoga kami mengabdi kepada-Mu dengan ikhlas dan bersatu padu dalam cinta. Demi Yesus Kristus, Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin

Dilanjutkan dengan Rosario Roh Kudus …

Hari Ketujuh

Allah yang mahakudus, curahkanlah Roh Kudus-Mu ke dalam diri kami, sehingga kami dapat melaksanakan kehendak-Mu dan layak menjadi milik-Mu. Demi Yesus Kristus, Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin

Dilanjutkan dengan Rosario Roh Kudus …

Hari Kedelapan

Allah sumber cahaya kekal, Engkau telah membukakan bagi kami jalan menuju hidup kekal dengan memuliakan Putra-Mu dan mengutus Roh Kudus. Semoga cinta bakti dan iman kami selalu bertambah. Demi Yesus Kristus, Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin

Dilanjutkan dengan Rosario Roh Kudus …

Hari Kesembilan

Allah yang mahakuasa, kebangkitan Putra-Mu telah menumbuhkan hidup baru dalam diri kami. Semoga karena bantuan Roh-Mu kami mewujudkan rahmat kebangkitan dalam hidup kami sehari-hari. Demi Yesus Kristus, Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin


Syukur Atas Pengampunan

Allah yang maharahim, Engkau tidak menghendaki kematian orang berdosa.
Sebaliknya Engkau menghendaki supaya kami bertobat dan hidup.
Maka engkau mengundang orang berdosa supaya bertobat,
dan kepada kami yang bertobat Engkau melimpahkan pengampunan.

Kesalahan kami Engkau hapuskan, dan dosa kami tidak Kau ingat lagi.
(Amin)

Terima kasih, ya Allah, atas pengampunan yang Kau berikan kepada kami.
Semoga sukacita di surga karena satu orang berdosa bertobat juga menjadi sukacita kami.
Semoga sukacita pengampunan ini,
mendorong kami selalu hidup rukun dan damai dengan seluruh umat-Mu.

Ya Allah, perkenankanlah kini kami pergi dalam damai,
dan selalu ingat akan sabda Putra-Mu
yang menghendaki kami tidak berbuat dosa lagi.
(Amin)


Ratu Surga

(Di doakan pada jam 6.00,12.00,15.00 di Masa Paskah)

Ratu surga bersukacitalah, Alleluya, Sebab Ia yang sudi kau kandung, Alleluya
Telah bangkit seperti disabdakan-Nya, Alleluya Doakanlah kami pada Allah, Alleluya !

Bersukacitalah dan bergembiralah, Perawan Maria, alleluya, Sebab Tuhan sungguh telah bangkit, alleluya Marilah berdoa. (Hening)

Ya Allah, Engkau telah menggembirakan dunia dengan kebangkitan Putra-Mu,Tuhan kami Yesus Kristus.
Kami mohon; perkenankanlah kami bersukacita dalam kehidupan kekal bersama bunda-Nya, Perawan Maria.

Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Bagian Ekaristi yang Lain


20130603144701861_0001Pokok perayaan Ekaristi adalah Doa Syukur Agung dan komuni, sebagai partisipasi pada doa yang dibawakan oleh imam. Di samping itu berkembanglah banyak doa dan upacara yang lain, yang mendukung dan memeriahkan perayaan. Yang pertama adalah liturgi sabda, yang juga diambil alih dari ibadat Yahudi. Doa Syukur dan komuni berasal dari kebaktian di rumah, khususnya dari doa sebelum dan sesudah makan, sedangkan liturgi sabda berasal dari kebaktian di sinagoga atau pertemuan jemaat lokal. Dalam perayaan Ekaristi kedua hal itu tidak hanya menjadi satu, tetapi biasanya juga tidak lagi dirayakan dalam keluarga, melainkan dalam ibadat bersama.

Mulai abad ke-4 diadakan doa umat antara liturgi sabda dan Doa Syukur Agung. Tidak lama kemudian Doa Syukur Agung, yang sampai waktu itu selalu dibawakan dengan bebas, mulai diseragamkan. “Tuhan, kasihanilah kami” dan “Bapa kami” masuk pada zaman Paus Gregorius Agung (540-604), yang juga menambahkan banyak nyanyian. Seratus tahun kemudian dimasukkan “Anak Domba Allah” (yang sebetulnya sangat mirip dengan “Tuhan, kasihanilah kami”). Doa-doa pada persembahan dan komuni, dan kebanyakan doa kecil yang lain, baru ada sejak tahun 900, dan baru pada tahun 1570 ada buku “missale“, yang empat ratus tahun kemudian (1970) diganti dengan buku misa yang dipakai sekarang. Secara liturgis semua itu bersama merupakan perayaan Ekaristi. Di dalamnya dapat dibedakan apa yang dalam arti sesungguhnya merupakan sakramen, yaitu Doa Syukur Agung dan komuni, dan doa-doa serta upacara lain yang mendukung yang pokok itu.

Sejak Konsili Vatikan II “upacara-upacara disederhanakan, dengan tetap mempertahankan yang pokok. Dihilangkan semua pengulangan dan tambahan yang kurang berguna, yang muncul dalam perjalanan sejarah. Dengan demikian umat beriman lebih mudah ikut-serta dengan khidmat dan aktif’ (SC 50).

Pada masa lampau sering kali “persembahan” juga dilihat sebagai unsur pokok Ekaristi. Tetapi “persembahan” sebetulnya merupakan persiapan roti dan anggur. Dalam Gereja kuno persembahan itu tidak merupakan upacara khusus, melainkan dilakukan oleh koster atau seorang diakon. Baru di kemudian hari persiapan ini dibuat menjadi acara tersendiri, sering kali dengan sebuah arak-arakan. Karena menjadi upacara sendiri, lalu mendapat arti sendiri. Persembahan dilihat sebagai kurban umat, yang kemudian diubah menjadi kurban Kristus. Kristus tidak dikurbankan lagi dan umat hanya ikut serta dengan kurban Kristus, yang dikenangkan secara sakramental dan secara sakramental pula dipartisipasi oleh umat.

Alhasil, perayaan Ekaristi sekarang terdiri dari dua bagian pokok: liturgi sabda dan liturgi ekaristi. Yang utama tentu liturgi ekaristi, yakni Doa syukur Agung dan komuni. Dalam Doa Syukur Agung dimuliakan karya keselamatan Tuhan, sedangkan dalam liturgi sabda disadari kembali karya agung Allah yang kemudian akan disyukuri.

Liturgi sabda didahului dengan “pembukaan” untuk mempersiapkan hati bagi perayaan Ekaristi. Tekanan ada pada kesadaran diri sebagai orang berdosa yang lemah (terungkap dalam “pernyataan tobat” dan “Tuhan kasihanilah kami”). Sementara itu, sikap puji-syukur juga sudah dipersiapkan (“Kemuliaan”).

Walaupun Doa Syukur Agung dan komuni sebetulnya merupakan satu kesatuan, namun banyak doa sekitarnya menyebabkan komuni tampak seolah-olah suatu upacara yang berdiri sendiri. “Bapa Kami” dan “Salam Damai” menegaskan bahwa komuni berarti persekutuan (communio) antarumat. “Anak Domba Allah”, yang menegaskan lagi kelemahan dan kerapuhan orang, memusatkan perhatian pada komuni sebagai kesatuan dengan Tuhan. Doa-doa penutup dengan berkat mengantar orang kembali kepada hidup sehari-hari.

Doa Bapa Kami sebagai Sumber Inspirasi dan Kekuatan


Tertulianus mengatakan bahwa doa Bapa Kami merupakan ringkasan seluruh Injil. Penelusuran singkat tentang arti bagian-bagian doa Bapa Kami tersebut membawa kita pada kesimpulan yang sama. Doa tersebut sangat erat berkaitan dengan pokok pewartaan Yesus, yaitu Kerajaan Allah. Kerajaan Allah dengan ciri-cirinya sebagaimana ditampilkan dalam seluruh sabda dan karya Yesus dapat digali dari doa tersebut. Kalau sampai sekarang Gereja tetap memelihara doa tersebut dan memberikan tempat utama kepada doa itu dalam ibadah resminya dan dalam doa-doa pribadi umat Kristen, pastilah karena doa itu kaya akan inspirasi bagi hidup orang-orang beriman.

Lebih daripada itu, Bapa Kami adalah doa. Dalam arti tertentu, doa merupakan ungkapan diri yang dinamis orang beriman di hadapan Allah. Ungkapan ini bukan sekadar pernyataan keyakinan akan Kerajaan Allah yang datang, melainkan juga merupakan permohonan supaya Allah sendiri bertindak. Dengan mendoakan doa ini, orang beriman – entah secara pribadi maupun sebagai umat menyatakan kesiapsediaan untuk terlibat menanggapi karya penyelamatan Allah.

Dengan pemahaman seperti ini, doa Bapa Kami dapat dan seharusnya menjadi sumber inspirasi dan kekuatan bagi umat Kristen dalam keikutsertaannya membangun Kerajaan Allah. Doa harian ini menjadi tempat perjumpaannya dengan Allah yang diimani. Sebagai doa yang setiap saat diucapkan, Bapa Kami dapat menyegarkan semangat serta meneguhkan komitmen umat Kristen dalam keikutsertaannya menegakkan Kerajaan Allah melalui kegiatan hidup setiap hari. Setiap kali didoakan, Bapa Kami menyapa umat beriman, semakin menyadarkannya akan tugas perutusannya, memberinya kekuatan, dan membuatnya yakin bahwa akhirnya Allah sendirilah yang berkarya dan akan menyelesaikan karya-Nya.

Memahami Doa Bapa Kami


Doa ini dimulai dengan seruan “Bapa kami yang ada di surga“. Para murid diajar mengarahkan diri dan berseru kepada Bapa mereka satu-satunya (Mat 23:9). Dengan menyebut Allah sebagai Bapa, Abba, Yesus mau menunjukkan adanya hubungan yang amat dekat, akrab, dan khas antara diri-Nya dan Allah. Sapaan seperti ini biasanya digunakan oleh seorang anak yang menaruh kepercayaan penuh kepada bapaknya. Hubungan yang khas itu disebabkan oleh Bapa yang telah mengaruniakan kepada Yesus pengertian sempurna akan diri-Nya (bdk. Mat 11:27). Pada umumnya, tidak ada orang yang berani menyapa Allah dengan cara itu. Ini masih dapat kita rasakan dalam pembukaan doa Bapa Kami dalam perayaan Ekaristi yang didahului dengan kata-kata sebagai berikut: 

Atas petunjuk Penyelamat kita … maka beranilah kita berkata“. Dengan mengajarkan doa ini kepada para murid, Yesus mengundang mereka masuk ke dalam hubungan dengan Allah yang sama, bebas dari rasa takut. Dengan menyapa Allah sebagai Bapa, para murid menyatakan keyakinan dan harapan mereka bahwa Bapa selalu memberikan perhatian penuh kepada anak-anak-Nya. Bahkan, boleh dikatakan bahwa Allah Bapa hidup bagi anak-anak-Nya. Ia mencintai mereka lebih dahulu.

Keyakinan ini ditegaskan lagi dalam keterangan “yang ada di surga“. Keterangan ini tidak mau menunjukkan tempat tinggal Allah, merupakan ungkapan dalam bahasa Semit yang dipakai untuk menegaskan bahwa Allah menguasai seluruh jagat raya (= di surga) dan sekaligus dekat dengan manusia, mengasihinya dengan cinta-Nya sebagai Bapa (Bapa kami). Dalam Injil Matius sering kali kita menemukan ungkapan “Bapa-Ku yang di surga” (mis. 7:21;10:32.33; 12:50) atau “Bapamu yang di surga” (mis. 5:16.45; 7:11; 18:14).

Perlu juga diperhatikan bahwa Allah disebut Bapa kami, bukan Bapaku. Allah bukan hanya Bapa sekelompok orang saja. Bahkan dikatakan bahwa Ia “menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik, dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar” (Mat 5:45). Dengan demikian, Allah Bapa adalah satu-satunya dasar: yang dapat menjadi landasan persaudaraan yang sejati.

Sesudah seruan, doa dilanjutkan dengan doa-doa permohonan bagian pertama yang terdiri dari tiga permohonan. Yang pertama, “dimuliakanlah nama-Mu“. Secara harfiah bagian ini sebenarnya harus diterjemahkan “dikuduskanlah nama-Mu“. Dalam bahasa Kitab Suci, nama Allah sama dengan diri Allah sendiri, sejauh dinyatakan kepada manusia. Allah adalah Yang Mahakudus. Ia lain dan berada di atas segala sesuatu. Oleh karena itu, bagian doa ini tidak dapat diartikan bahwa manusia dengan cara apa pun akan atau dapat menambahkan sesuatu pada kekudusan Allah. Dengan berdoa demikian, orang beriman menyatakan imannya dan memohon agar Allah menyatakan kekudusan-Nya dan agar manusia mampu mengakui, memuliakan, dan menyediakan tempat tertinggi bagi-Nya dalam segala sesuatu. Keyakinan seperti ini tampak misalnya dalam Mzm 9:11, “Orang yang mengenal nama-Mu, percaya kepada-Mu” (bdk. Mzm 20:8), Itulah yang juga didoakan oleh Yesus, “Bapa muliakanlah nama-Mu” (Yoh 12:28).

Menurut Kitab Suci, sekurang-kurangnya ada dua cara menguduskan nama Allah. Para ahli Taurat dalam nasihat-nasihat mereka biasanya mengajar orang beriman supaya menguduskan Allah dengan menaati hukum-hukum-Nya. Dengan cara ini mereka mengakui bahwa Allah benar-benar berkuasa atas seluruh hidup mereka (Im 22:31-32.; Ul 32:51; Yes 8:13; 29:13). Sementara itu, para nabi dalam nubuat-nubuat mereka mengenai keselamatan yang akan datang – menyatakan bahwa Allah akan menguduskan diri-Nya dengan tampil sebagai Hakim yang adil dan sebagai Penyelamat di hadapan segala bangsa (Yeh 20:41; 28:22-25; 36:23; Yes 5:16).

Doa “dimuliakanlah nama-Mu” disusul dengan “datanglah Kerajaan-Mu“. Datangnya Kerajaan Allah, yang adalah kerajaan “kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita oleh Roh Kudus” (Rm 14:17) tidak dapat dijamin oleh siapa pun kecuali oleh Allah sendiri. Campur tangan dan tindakan Allah yang menyelamatkan dalam rangka datangnya Kerajaan itulah yang dimohonkan dengan doa “dimuliakanlah nama-Mu”. Hanya Allah sendiri yang dapat memuliakan atau menguduskan nama-Nya, dalam kekuasaan dan keagungan-Nya, dalam keadilan dan rahmat-Nya. Pernyataan kemuliaan Allah dan kekudusan-Nya akhirnya akan dialami oleh semua orang. Dengan berdoa “datanglah kerajaan-Mu”, orang beriman mengungkapkan kerinduan hatinya agar Kerajaan yang sudah hadir dalam diri Yesus itu dinyatakan, dikenal, dan diterima oleh semua orang. Tidak hanya itu, tetapi juga agar Kerajaan Allah menjelma dalam wujud yang dapat dilihat dan dialami dalam kehidupan di dunia ini, Misalnya, wujud Kerajaan Allah akan semakin tampak juga dalam tata kehidupan bersama yang semakin bersaudara dan adil. Kelak pada akhir zaman, “Kerajaan Allah ini akan datang dengan kuasa” (Mrk 9:1).

Bagian pertama doa Bapa Kami diakhiri dengan permohonan “Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga”. Dalam doa Yesus di taman Getsemani, setelah melalui pergumulan batin yang amat hebat, Ia akhirnya berkata, ” … bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi” (Luk 22:42). Doa ini tidak mengungkapkan sikap Yesus yang sudah tidak melihat kemungkinan lain kecuali menyerah. Yang diungkapkan dalam doa itu adalah harapan agar Allah bertindak sehingga rencana penyelamatan-Nya terlaksana secara sempurna, dan Yesus dengan bebas menerima peran apa pun yang harus Ia lakukan dalam pelaksanaan rencana penyelamatan Allah itu. Sikap dan harapan itulah yang juga diungkapkan dalam bagian doa Bapa Kami ini. Diungkapkan pula keyakinan bahwa yang dapat melakukan itu hanya Allah saja. Dengan demikian, bagian doa ini berhubungan dengan bagian-bagian sebelumnya, yaitu terlaksananya kehendak Allah untuk mendatangkan Kerajaan-Nya (bdk. Yes 44:28; 46:10-11; Ef 1:5.9).

Sementara itu, harus diingat bahwa kehendak Allah itu menyangkut manusia. Oleh karena itu, kehendak ini tidak akan terjadi tanpa penerimaan dan keterlibatan manusia yang semakin lama semakin bulat. Gambaran akhir keadaan seperti ini adalah kesesuaian sempurna antara kehendak manusia dengan kehendak Allah, yang dengan amat bagus dinyatakan oleh nabi Yeremia (31:31-33) dan Yehezkiel (36:27). Dalam sejarah yang masih berjalan ini, terjadinya kehendak Allah tampak dalam ketaatan dan pelaksanaan perintah-perintah Allah (bdk. Mat 5:17-20; 6:33; 7:21; 12:50).

Kehendak Allah itu diharapkan terjadi di bumi seperti di dalam surga. Surga dimengerti sebagai Kerajaan Allah yang sempurna, sedangkan bumi diharapkan menjadi cerminannya yang semakin terang. Tidak mustahil, bagian doa “di atas bumi seperti di dalam surga” tidak hanya berkaitan dengan “jadilah kehendak-Mu”, tetapi juga dengan bagian doa sebelumnya. Kalau demikian, sebenarnya kita berdoa semoga di dunia pun nama Allah dimuliakan, Kerajaan Allah ditegakkan, dan kehendak-Nya terjadi sebagaimana dalam surga.

Bagian kedua doa Bapa kami terdiri dari empat permohonan, diawali dengan “Berilah kami rezeki pada hari ini“. Ini adalah perumusan kembali teks doa yang terdapat dalam Injil Matius dan Lukas: “Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya” (Mat) dan “Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya” (Luk). Dengan ini Yesus mengundang para murid agar hari demi hari memohon apa saja yang mereka perlukan, dengan keyakinan bahwa Allah menyelenggarakan hidup mereka sebagaimana dulu Ia telah menyelenggarakan kehidupan umat-Nya (bdk. Kel 16). Dengan doa ini manusia mengakui bahwa hidup seluruhnya tergantung pada Tuhan. Namun, tidak hanya itu. Makanan atau rezeki harus ditempatkan dalam kerangka yang lebih luas. Makanan atau rezeki adalah lambang telah datangnya Kerajaan Allah, zaman keselamatan yang penuh kegembiraan, damai, pengampunan, dan hubungan harmonis dalam dan dengan Allah. Dalam arti ini pun doa Bapa Kami tetap berkaitan dengan hidup sehari-hari.

Selanjutnya “Ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami“. Bagian doa ini pun terjemahan bebas dari teks yang semestinya berbunyi “Lepaskanlah kami dari utang kami … “. Dalam pengertian yang lazim pada zaman Yesus, utang adalah masalah yang besar dalam tata hukum maupun perdagangan. Utang dapat menyebabkan orang kehilangan kemerdekaannya (bdk. Mat 18:23-25). Kata ini dipakai untuk menggambarkan keadaan manusia di hadapan Allah: manusia adalah pengutang yang tidak dapat membebaskan diri dari utangnya. Dengan demikian, kata itu dengan amat baik menyatakan keadaan manusia yang berdosa. Kata ini tidak dipakai dalam terjemahan bahasa modern karena arti kata “utang” dalam bahasa modern cenderung sempit, sebatas lingkup ekonomi saja. Oleh karena itu, dipakai kata “kesalahan” yang dapat dengan lebih baik mengungkapkan keadaan manusia yang malang sebagai pendosa.

Dengan doa ini kita menyadari bahwa sebenarnya kita tergantung sepenuhnya pada Allah, tetapi setiap kali kita bertindak seolah-olah kita berkuasa sendiri atas segala-galanya. Atas dasar kesadaran itu kita memohon agar Allah membebaskan kita dari utang kita kepada-Nya. Ini adalah rahmat yang amat besar, karena kita tidak mampu membebaskan diri kita sendiri dari dosa-dosa kita.

Dalam doa ini Yesus secara mendasar menghubungkan kesalahan-kesalahan kita terhadap Allah dengan kesalahan-kesalahan kita terhadap sesama. Agar dapat menerima pengampunan dari Allah, kita dituntut saling mengampuni (bdk. Mat 5:7; 6:14-15; Mrk 11:25). Meskipun demikian, pengampunan yang kita berikan kepada sesama tidak boleh dipandang sebagai syarat atau membuat kita mempunyai hak atas pengampunan Allah. Pengampunan kepada sesama, pertama-tama, merupakan tanda ketulusan dan kesungguhan kita memohon ampun kepada Allah. Pengampunan Allah sendiri adalah rahmat yang diberikan atas dasar kasih dan kesetiaan-Nya (bdk. Yes 55:6-7; Dan 9:18-19).

Sesudah memohon pengampunan, para murid diajar memohon “Jangan masukkan kami dalam pencobaan“. Yang dimaksudkan dengan pencobaan bukanlah seperti cobaan yang diberikan oleh Allah kepada Abraham (Kej 22:1) atau umat-Nya (Kel 15:25; 16:4; 20:20; Ul 8:2), melainkan cobaan di mana Setan berusaha membinasakan orang-orang yang diserangnya (1Kor 7:5; 1Tes 3:5; 1Ptr 5:5-9; Why 2:10; bdk. Luk 22:31). Menurut Perjanjian Baru, Allah tidak pernah mencobai (bdk. Yak 1:13). Sementara itu diyakini sepenuhnya bahwa tidak ada apa pun, termasuk pencobaan atau kuasa Setan, yang dapat mengalahkan kuasa Allah. Atas dasar ini semua, dapat dikatakan bahwa para murid tidak meminta kepada Allah agar mereka tidak dicobai (bdk. Mat 26:41 dst.; 1Kor 10:13) melainkan agar Allah membebaskan mereka dari cobaan yang sedemikian rupa sehingga ada risiko mereka tidak dapat bertahan. Kalau dipertimbangkan ciri ke-Semit-annya, kalimat ini dapat diterjemahkan menjadi “bantulah, agar kami tidak masuk ke dalam pencobaan”. Kalau demikian, kesulitan yang berkaitan dengan Allah yang memasukkan orang ke dalam pencobaan, dihindari.

Doa Bapa Kami ditutup dengan permohonan terakhir, “Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat“. Yang dimaksudkan dengan “yang jahat” pertama-tama adalah kekuasaan jahat. Kekuasaan jahat itu sama dengan setan yang mencobai murid Yesus. Pencobaan seperti itu pernah dialami juga oleh Yesus sendiri (bdk. Mat 4:3; 1Tes 3:5). Dalam Injil dapat dilihat bahwa Yesus menggambarkan karya-Nya sebagai perjuangan memenangkan rencana Allah berhadapan dengan kekuatan satani. Pengusiran setan menjadi tanda bahwa Kerajaan Allah telah datang dan dengan demikian rencana Allah terlaksana, “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu” (Mat 12:28; Luk 11:20). Oleh karena itu, permohonan supaya dibebaskan dari yang jahat pun harus ditempatkan dalam kerangka kedatangan Kerajaan Allah.

Seluk-beluk Doa Bapa Kami


Doa Bapa Kami yang diajarkan oleh Yesus kepada para murid-Nya, dari sudut isi maupun bentuk, tampaknya mirip dengan doa “Delapan Belas Berkat” yang masih didoakan oleh orang-orang Yahudi sampai sekarang ini. Doa itu sebagai berikut: “Berikanlah, ya Bapa kami, kebijaksanaan-Mu serta pengertian dan pengetahuan dari Taurat. Ampunilah kami, ya Bapa kami, karena kami telah berdosa terhadap-Mu; hapuskanlah dosa kami karena Engkaulah maharahim.” Namun kalau dibandingkan dengan teliti, akan tampak bahwa doa Bapa Kami jauh lebih sederhana. Kecuali itu, sebutan Allah sebagai Bapa, Abba, mengungkapkan hubungan yang amat khusus antara Yesus dan Allah. Dengan mengajarkan doa itu kepada para murid, Yesus ingin mengundang mereka masuk dan mengalami hubungan yang sama yang ada antara Yesus dan Bapa-Nya.

Urutan permohonan juga asli dan khas sesuai dengan pengajaran Yesus. Sesudah seruan kepada Allah sebagai Bapa, doa ini dilanjutkan dengan tiga permohonan agar Allah bertindak dalam rangka kedatangan Kerajaan-Nya. Tidak ada nada keangkuhan politis ataupun religius. Sesudah itu menyusul serangkaian permohonan yang berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan hakiki dalam hidup para murid. Dalam bagian kedua doa ini, dipakai kata ganti orang pertama jamak (“kami”), yang menunjukkan hubungan erat di antara para murid sebagai suatu komunitas doa.

Ada dua bentuk doa Bapa Kami yang berbeda, yang kita temukan di dalam Mat 6:9-13 dan Luk 11:2-4. Doa yang terdapat di dalam Injil Lukas lebih pendek, terdiri dari lima permohonan (di dalam Matius ada tujuh) dan dalam bagian yang sama terdapat pula dua atau tiga perbedaan. Tidak dapat mengatakan dengan pasti, manakah dari keduanya yang lebih tua dan lebih dekat dengan doa yang asli. Yang dapat dengan pasti dikatakan ialah bahwa doa yang diajarkan oleh Yesus, dalam perjalanan waktu disesuaikan dengan kebutuhan berbagai umat yang berbeda-beda. Dengan demikian, tampaknya komunitas-komunitas Kristen awal menggunakan doa Bapa Kami yang tidak selalu sama bentuknya.

Terjemahan doa ini ke dalam bahasa modern tidaklah mudah. Beberapa ungkapan hanya dapat dimengerti dengan baik kalau orang sungguh-sungguh mengenal Perjanjian Lama dan agama Yahudi kuno. Sementara itu, para ahli sering kali berbeda pendapat dalam menafsirkannya. Dengan memperhitungkan semua kesulitan itu, akan diberikan penjelasan singkat mengenai doa Bapa Kami sebagaimana digunakan dalam ibadah sekarang ini, yang lebih dekat dengan bentuk yang terdapat di dalam Injil Matius.