Seluk-beluk Doa Bapa Kami

Doa Bapa Kami yang diajarkan oleh Yesus kepada para murid-Nya, dari sudut isi maupun bentuk, tampaknya mirip dengan doa “Delapan Belas Berkat” yang masih didoakan oleh orang-orang Yahudi sampai sekarang ini. Doa itu sebagai berikut: “Berikanlah, ya Bapa kami, kebijaksanaan-Mu serta pengertian dan pengetahuan dari Taurat. Ampunilah kami, ya Bapa kami, karena kami telah berdosa terhadap-Mu; hapuskanlah dosa kami karena Engkaulah maharahim.” Namun kalau dibandingkan dengan teliti, akan tampak bahwa doa Bapa Kami jauh lebih sederhana. Kecuali itu, sebutan Allah sebagai Bapa, Abba, mengungkapkan hubungan yang amat khusus antara Yesus dan Allah. Dengan mengajarkan doa itu kepada para murid, Yesus ingin mengundang mereka masuk dan mengalami hubungan yang sama yang ada antara Yesus dan Bapa-Nya.

Urutan permohonan juga asli dan khas sesuai dengan pengajaran Yesus. Sesudah seruan kepada Allah sebagai Bapa, doa ini dilanjutkan dengan tiga permohonan agar Allah bertindak dalam rangka kedatangan Kerajaan-Nya. Tidak ada nada keangkuhan politis ataupun religius. Sesudah itu menyusul serangkaian permohonan yang berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan hakiki dalam hidup para murid. Dalam bagian kedua doa ini, dipakai kata ganti orang pertama jamak (“kami”), yang menunjukkan hubungan erat di antara para murid sebagai suatu komunitas doa.

Ada dua bentuk doa Bapa Kami yang berbeda, yang kita temukan di dalam Mat 6:9-13 dan Luk 11:2-4. Doa yang terdapat di dalam Injil Lukas lebih pendek, terdiri dari lima permohonan (di dalam Matius ada tujuh) dan dalam bagian yang sama terdapat pula dua atau tiga perbedaan. Tidak dapat mengatakan dengan pasti, manakah dari keduanya yang lebih tua dan lebih dekat dengan doa yang asli. Yang dapat dengan pasti dikatakan ialah bahwa doa yang diajarkan oleh Yesus, dalam perjalanan waktu disesuaikan dengan kebutuhan berbagai umat yang berbeda-beda. Dengan demikian, tampaknya komunitas-komunitas Kristen awal menggunakan doa Bapa Kami yang tidak selalu sama bentuknya.

Terjemahan doa ini ke dalam bahasa modern tidaklah mudah. Beberapa ungkapan hanya dapat dimengerti dengan baik kalau orang sungguh-sungguh mengenal Perjanjian Lama dan agama Yahudi kuno. Sementara itu, para ahli sering kali berbeda pendapat dalam menafsirkannya. Dengan memperhitungkan semua kesulitan itu, akan diberikan penjelasan singkat mengenai doa Bapa Kami sebagaimana digunakan dalam ibadah sekarang ini, yang lebih dekat dengan bentuk yang terdapat di dalam Injil Matius.