Salib yang harus kita pikul

Ada pertanyaan yg sering ditanyakan seperti ini : “Yesus mati sekali dan untuk semua, untuk semua orang. Masalah atau kesulitan dalam hidup kita mungkin sebenarnya berasal dari sifat atau kondisi manusia kita. Oleh karena itu jika ada mengatakan bahwa Tuhan memberi kita salib yang harus kita pikul adalah pernyataan yang keliru; karena selain pernyataan itu tidak alkitabiah juga mengerdilkan pengorbanan Yesus di Kalvari. Bahasa kasarnya.. Yesus sudah berkorban memikul salib hingga wafat disalibkan, namun mengapa kita masih memikul salib juga? Apakah kita menganggap pengorbaan Yesus tidak cukup?”

jawab:

Kita sebagai orang kristen, dan khususnya sesuai dengan ajaran Gereja Katolik bisa menjawab sebagai berikut dengan beberapa poin:

1) Siapa bilang pernyataan bahwa kita harus memikul salib tidak Alkitabiah? Lalu bagaimana dengan ayat ini?

“Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. (Lukas 9:23)”

2) Meskipun benar bahwa masalah dan kesulitan dalam hidup kita berasal dari kondisi kita sebagai manusia, masalah dan kesulitan itu diizinkan oleh Allah karena dengan semua masalah tersebut mempunyai daya dorong untuk menyesuaikan diri kita agar lebih sempurna dan dekat kepada Allah. Memikul salib kita masing-masing bukanlah hal yang keliru atau bertentangan dengan pengorbanan Yesus yang memikul salib-Nya, melainkan sebagai usaha kita (yang tidak dapat dibandingkan dengan  pengorbanan Yesus) untuk menjadi satu dengan Yesus dalam cinta seperti yang telah Yesus tunjukkan kepada kita dalam jalib salib. Kita sebagai manusia mengekspresikan cinta yang paling luhur melalui pengorbanan, sesuai dengan yang ditunjukkan berulang kali di dalam Kitab Suci.

Apa yang anda pikirkan?