Sabda dalam Kitab Suci sebagai Kesaksian Normatif

Pewartaan para rasul ternyata mengalami proses peralihan kepada pewartaan Gereja. Proses itu dibarengi dengan suatu proses yang penting sekali untuk kehidupan Gereja, yakni Sabda Allah menjadi “Kitab Suci”.

Proses pembentukan Kitab Suci Perjanjian Baru itu berlangsung selama zaman apostolik. Di mana-mana muncul tulisan-tulisan yang berisikan pewartaan mengenai Yesus Kristus, Tuhan kita, Sabda Allah yang mempribadi. Tulisan-tulisan itu dikumpulkan Gereja dalam suatu proses yang agak lama dan dijadikan kanon Kitab Suci yang melengkapi Kitab Suci Perjanjian Lama yang sudah sejak semula dihargai Gereja sebagai Sabda Allah.

Dengan demikian, wahyu Allah melalui Yesus Kristus sungguh selesai dengan kematian rasul terakhir, meskipun sebagian kitab-kitab Perjanjian Baru menurut kanon, barangkali baru ditulis setelah kematian rasul terakhir. Namun Gereja yakin, tulisan-tulisan itu berisikan pewartaan para rasul yang asli. Gereja bisa mengetahuinya karena kesadaran iman yang tetap hidup di dalamnya yang juga berasal dari pewartaan para rasul.

Apa yang anda pikirkan?