Pentingnya Pertanyaan mengenai Keselamatan

Hanya satu alasan yang menjadi dasar Gereja untuk terjun ke dunia bisnis, mengumpulkan setiap hasil dari penjualan setiap Alkitab atau buku nyanyian yang dicetak; yaitu untuk menyelamatkan jiwa manusia (Keselamatan). Gereja juga berkecimpung dalam usaha layanan sosial, bisnis konseling (pemberian nasehat), yayasan persekolahan, perkuliahan, bisnis pengumpulan dana, bisnis pengasuhan dan penitipan anak, – dan berbagai bisnis serupa yang juga dilakukan oleh dunia sekular. Kenapa?  Apa dasar yang memperbolehkan Gereja melakukan ini? Gereja mengarisbawahi bahwa akhir dari semua ini berbeda dengan akhir dari dunia; yaitu Keselamatan. Inilah membedakan “produk” Gereja dari dunia sekular.

Dan juga ada pertanyaan; kalau begitu kenapa memproduksi produk yang sama dengan  produk dari pihak lain yang sudah ada di pasaran? Kenapa orang dapat mengira bahwa produk seperti itu dapat laku?  Itulah sebabnya orang yang berpaham moderen (modernist) atau kristen liberal, berpendapat bahwa bakti sosial (amal) sama halnya dengan pelayanan adalah  tidak menarik (tidak laku). Dasar alasan untuk semua tindakan Gereja, yang juga merupakan dasar alasan keberadaan keseluruhan Gereja, adalah sama persis dengan alasan Yesus datang ke bumi: Menyelamatkan kemanusiaan yang hilang dan miskin. Gereja pada hakekatnya mempunyai misi yang sama dengan kepalanya (Yesus). Namun jika tubuh (Gereja) bergerak ke arah yang berbeda dengan kepala, itu seperti ayam yang kehilangan kepala; simpang siur dan akan cepat mati.

Yesus datang bukan untuk menjadi seorang filsuf atau seorang tabib. Jika Dia datang hanya untuk itu; dia gagal. Karena Dia tidak memberikan pemecahan masalah untuk semua permasalahan-permasalahan filsuf. Dia menyembuhkan banyak orang tetapi menyisakan masih banyak orang yang belum sembuh di lain tempat. Tetapi Dia menyembuhkan banyak tubuh untuk menunjukan bahwa Dia dapat menyembuhkan semua jiwa.

Alasan Keselamatan bukan hanya menjadi yang dasar keberadaan Gereja; tetapi alasan Keselamatan juga sebagai alasan pokok bagi keberadaan kita semua: akhir dari perjalanan hidup kita, tujuan hidup, makna hidup, harapan, penggerak, summun bonum, dan arti hidup kita. Perbedaan antara kesuksesan dan kegagalan dalam hidup, pertama-tama — menjadikan jati diri kita sesuai dengan apa yang kita inginkan — bukan mengenai perbedaan kaya dan miskin, terkenal dan tidak terkenal, sehat dan sakit, kenikmatan dan penderitaan, bahkan keelokan dan keburukan rupa, melainkan (perbedaan antara kesuksesan dan kegagalan) itu mengenai perbedaan antara Keselamatan dan Kebinasaan. Yesus pernah berkata “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya?” Tidak ada seorang pun pernah mengajukan pertanyaan praktis seperti itu selain Yesus.

Oleh karena itu orang awam (berbeda dengan filolog/filsuf/terpelajar) sering bertanya tentang Keselamatan setiap kali mereka berpikir tentang agama. Dan itulah juga perlunya sebuah pembahasan pada Apologetik yang ditujukan untuk topik: Itulah yang gunanya Agama.

Secara harfiah, semuanya bertumpu di sini. Ini adalah masalah hidup kekal dan mati kekal. Bagaimana mungkin orang yang awam mempunyai pertanyaan lain sebelum bertanya “Apa yang dilakukan supaya selamat?”. Keselamatan adalah alasan untuk Inkarnasi, alasan Yesus melewati jarak yang tidak terbatas, dari surga ke bumi,  bahkan ke neraka, dari hidup yang tertinggi hingga ke kematian yang terendah.

Apa yang anda pikirkan?