Misteri dan Makna Hidup

Kalau dilihat dari luar, seolah-olah “nasib manusia sama dengan nasib binatang; sebagaimana yang satu mati, begitu juga yang lain” (Pkh 3:19). Akan tetapi, manusia bukan binatang. Ia mempunyai cita-cita, ia mempunyai rencana, ia tahu mau ke mana. Memang sering hidupnya berjalan lain daripada rencananya, dan nasibnya berbeda dengan cita-citanya. Manusia menyadari hal itu, justru karena ia tahu kemana sebetulnya arah yang ditujunya. Bagaimanapun juga, manusia mengalami hidupnya seakan hanya berjalan dari kemarin ke esok. Dari esok ke lusa. Ia berjalan terus, entah sampai ke mana. Hidup itu sungguh suatu misteri. Karena itu pulalah, manusia selalu bertanya tentang dan mencari makna hidupnya.