Keilahian Yesus Kristus: Keagungan bagi bunda Maria, bunda Allah. (Bagian 2)

..sambungan dari Keilahian Yesus Kristus: Keagungan bagi bunda Maria, bunda Allah. (Bagian 1)..

Keberatan dari umat Kristen Protestan atas Dogma mengenai Maria oleh Gereja Katolik secara garis besar bermula dari kecurigaan-kecurigaan dari umat Kristen Protestan yang dipengaruhi pemikiran-pemikiran mereka yang cenderung moderen, digital, dan terutama pemikiran ‘salah satu’-‘atau’ (‘salah satu‘ : tidak bisa keduanya, tidak bisa Maria dan Yesus. ‘atau‘ : tidak bisa ‘dan‘, yang bisa adalah Maria atau Yesus). Mereka takut bahwa Maria akan menyaingi atau mengambil alih pemujaan Umat Kristen dari Yesus Kristus. Dibandingkan dengan Mentalitas Katolik adalah Mentalitas ‘keduanya’-‘dan’ untuk hampir semua hal. Mentalitas Katolik yang ‘salah satu’-‘atau’ hanya berlaku bagi permasalahan baik atau jahat, kesucian atau dosa, surga atau neraka, “kehendak-ku yang lah terjadi” atau “kehendak-Mu (Allah) lah yang terjadi”… tidak keduanya. Selain dari hal-hal itu, Mentalitas Katolik adalah ‘keduanya’-‘dan’.

Kita telah melihat penekanan hal mengenai Inkarnasi (pada hal tubuh, materi, kodrat, dan sakramen-sakramen) merupakan hal-hal yang biasa ditemukan pada Katolik. Begitu juga tidak mengherankan bahwa diketahui penekanan hal mengenai Maria juga biasa ditemukan pada Katolik. Sebab pada Maria lah peristiwa Inkarnasi terjadi!

Maria memberikan Kristus tubuh-Nya. Hal ini adalah fakta. Umat Kristen Protestan juga mempercayai fakta ini sama seperti umat Katolik. Hanya saja Katolik lebih merenungkan fakta tersebut, dan konsekuensi dari fakta tersebut.

Gereja juga merupakan tubuh Kristus, “Kelajutan dari tubuh Kristus”. Oleh karena itu lah tidak mengherankan bahwa Katesikismus Gereja Katolik (KGK) menyebut Maria sebagai salah satu simbol dari Gereja dan juga menyebut Maria sebagai “Bunda Gereja” (Bunda dari Gereja).

Dari semua makhluk ciptaan Allah, Maria adalah yang terindah. Karena (1) Manusia adalah yang paling indah diantara ciptaan Allah (dan juga; manusia adalah makhluk ciptaan yang paling buruk ketika manusia ternoda dengan dosa: corruptio optimi pessima), (2) seorang santo/santa (orang kudus) adalah manusia yang paling indah, dan (3) Maria adalah yang terbesar dari antara semua orang santo/santa (orang kudus).

Keindahan manusia itu lebih dari sebatas kulit. Jika ada umat Protestan benar-benar dapat melihat keindahan dari Maria ini namun mempunyai penolakan teologi terhadap doktrin Katolik mengenai Maria, maka umat Protestan tersebut telah melihat dengan benar meskipun pemahaman teologinya tidak tepat. Tetapi jika ada umat Protestan yang secara tidak sadar (atau sebelum umat Protestan tersebut mempunyai penolakan teologi secara sadar) tidak melihat keindahan dari Maria, dan merasa “hambar” – tidak merasa “tertarik” – dengan cinta Katolik terhadap Maria, maka umat Protestan tersebut memiliki pemikirian yang sangat mirip dengan paham Gnostik dan Manikeisme: yaitu suatu paham yang ‘enggan’ dan mencoba berpaling dari iman akan Kristus yaitu Inkarnasi, karena mereka berpendapat dan memahami Inkarnasi merupakan hal yang terlalu besar, terlalu kasar, terlalu dekat, dan terlalu bersifat kongkrit, realitas, dan nyata.

Dengan demikian dogma mengenai Maria oleh Gereja Katolik dan keberatan pihak Protestan bukanlah terutama dikarenakan materi perdebatan atau argumen, melainkan dikarenakan cara pandang. Ketika Katolik telah mengemukakan argumen-argumen dan menjawab keberatan-keberatan dari pihak Protestan dengan lengkap, apakah dengan demikian mata-hati dari pihak Protestan tetap masih menyangkal dengan mengatakan ‘tidak’? Jika benar mereka masih menyangkal, hati mereka berpaling dan menolak dari kepenuhan semua hal mengenai Inkarnasi.

Apa yang anda pikirkan?