Karya Roh

lih. Kis 6-8). Maka peristiwa bertobatnya Kornelius yang dilaporkan oleh Petrus dengan berkata: “Ketika aku mulai berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, sama seperti dahulu ke atas kita” (Kis 11:15).

Roh Kudus adalah daya kekuatan Allah yang mengangkat dan mengarahkan hidup kaum beriman. Roh Kudus sendiri tidak kelihatan dan juga jarang dibicarakan, Yang dikenal adalah pengaruh-Nya, akibat karya-Nya. Pertama-tama Roh Kudus adalah “Roh iman” (2Kor 4:13; lih. 1Kor 12:9), yang menggerakkan orang supaya bertobat kepada Yesus. Oleh karena itu juga dapat dibalik: “oleh iman kita menerima Roh” (Gal 3:14). Iman berarti pertemuan dengan Allah, dan Allah hadir oleh Roh-Nya. Maka “oleh Roh dan karena iman kita menantikan kebenaran yang kita harapkan” (Gal 5:5). Oleh karena Roh kita dapat menerima sabda Allah. Roh yang sama juga menggerakkan para pewarta (lih. 2Ptr 1:21; Why 14:13; 22:17; Mrk 12:36). Bahkan dengan tegas Paulus berkata: “Tidak seorangpun, yang dapat mengaku: Yesus adalah Tuhan, selain oleh Roh Kudus” (1Kor 12:3). Roh lah yang mempertemukan orang dengan Allah, dan oleh Roh orang boleh mengalami kehadiran dan daya kekuatan Allah.

Santo Paulus menekankan peranan Roh Kudus dalam kehidupan orang beriman: “Jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus” (Rm 8:9). Sebaliknya, “siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, ia menjadi satu Roh dengan Dia” (1Kor 6:17), dan “dalam satu Roh kita semua telah dibaptis menjadi satu tubuh” (1Kor 12:13). Roh Kudus merupakan daya ilahi yang menggerakkan orang beriman, dan dialami kehadiran-Nya dalam daya-kekuatan yang diperoleh daripada-Nya (lih. 1Kor 2:12; juga 6:11; Rm 14:17; Gal 5:22-26). “Karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang dikaruniakan kepada kita” (Rm 5:5). Oleh Roh-Nya “Allah telah memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita” (2Kor 1:22; bdk. Ef 1:13).

Roh yang kita terima adalah “Roh sebagai anak” Allah. “Oleh Roh itu kita berseru: ya Abba, ya Bapa. Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah” (Rm 8:15-16). Karunia Roh merupakan awal kehidupan rohani, yang makin berkembang ke arah kesamaan dengan Kristus (lih. 2Kor 3:18; Gal 6:8; Rm 8:29), yang mencapai puncaknya dalam kebangkitan badan: “Jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya yang diam di dalam kamu” (Rm 8:11). Oleh karena itu ada ketegangan terus menerus antara Roh dan “daging”, penampilan manusia baru dan penampakan daya-kekuatan dosa (lih. Rm 8:5-8). Namun “oleh kekuatan Roh Kudus kita berlimpah-limpah dalam pengharapan” (Rm 15:13; Gal 6:8). Sebab “Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan” (Rm 8:26), maksudnya dengan doa yang hanya dimengerti oleh Allah sendiri (lih. 2Kor 12:4). “Kita beribadah oleh Roh Allah dan bermegah dalam Kristus Yesus” (Flp 3:3; Ef 6:18). Ini tidak berarti bahwa sudah tidak ada perbedaan lagi antara orang beriman. Sebaliknya, “kepada tiap-tiap orang dikaruniakan pernyataan Roh untuk kepentingan bersama” (1Kor 12:7.11). “Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh” (12:4).

7 Karunia Roh Kudus seperti yang dikatakan Nabi Yesaya pada kitab Yesaya 11:2 yang kemudian menjadi salah satu pokok-pokok iman katolik adalah:

  1. Hikmat
  2. Pengertian
  3. Nasihat
  4. Keperkasaan
  5. Pengenalan akan Allah
  6. Kesalehan
  7. Roh takut akan Allah

Dan 12 buah Roh Kudus:

  1. Kasih
  2. Sukacita
  3. Damai Sejahtera
  4. Kesabaran
  5. Kebaikan hati
  6. Kebajikan
  7. Kemurahan hati
  8. Kelemahlembutan
  9. Kesetiaan
  10. Kesederhanaan
  11. Penguasaan diri
  12. Kemurnian