Hormat terhadap Hidup dalam Penataan Masyarakat

Menghormati hidup merupakan tugas kita bersama. Hanya dengan bersama-sama kita dapat menjamin, agar martabat manusia tidak diperkosa. Maka kita harus membangun hidup bersama dengan hormat, supaya setiap orang diakui sebagai warga masyarakat yang merdeka, dan dapat berpartisipasi serta aktif ikut membentuk hidup masyarakat. Setiap orang harus mendapat kesempatan menurut kebutuhannya – mengambil bagian dalam kekayaan dunia yang ditawarkan kepada semua orang.

Masyarakat harus ditata secara bertanggung jawab, untuk menghormati pribadi manusia. Masyarakat yang ditata demi hormat pada martabat manusia itulah yang disebut masyarakat adil. Di setiap zaman, orang harus selalu mencari jalan untuk menata hidup sosial dengan adil. Di zaman kita pun, banyak soal baru yang menantang kita: urbanisasi dan migrasi, kepadatan penduduk dan pengangguran, kekerasan dan korupsi.

Berhadapan dengan sekian banyak masalah baru “jemaat-jemaat Kristiani setempat hendaknya – dengan bimbingan Roh Kudus, dalam kesatuan dengan uskup-uskup mereka, dan dalam dialog dengan saudara-saudara mereka yang Kristiani dan dengan semua orang yang berkehendak baik – memutuskan manakah langkah-langkah yang harus diambil dan manakah sarana-sarana yang harus dipakai guna mencapai perubahan-perubahan sosial, ekonomi, dan politik yang perlu” (OA 4). Wujud keadilan harus dicari terus-menerus. Ajaran injil kiranya memberi terang bagi usaha itu dan kekayaan tradisi dapat menyediakan beberapa asas yang meng¬arahkan pemikiran kita.