Hormat dalam Hubungan Pria-Wanita

Hidup dihormati bilamana ada kasih dan kesetiaan antarsesama; hidup dihormati bilamana pribadi berkembang sampai mampu mengasihi; hidup dihormati bilamana anak disambut penuh pengharapan dan generasi mendatang dihargai. Oleh karena itu, pembicaraan tentang norma yang berkaitan dengan hidup juga harus mengenai seksualitas, pertumbuhan pribadi, dan kemampuan memberi dan menerima kasih. Seksualitas adalah suatu ciri dasar pribadi manusia dan secara mendalam ikut menentukan hubungan antarpribadi. Karena menyangkut pribadi manusia, seksualitas juga menyangkut iman. Tuntutan iman perihal seksualitas sesungguhnya amat sederhana. Seksualitas hendaknya dikembangkan sebagai kemampuan mencintai dalam hubungan kesetiaan satu sama lain! Oleh sebab itu moral seksualitas, yang dalam tradisi Gereja dikaitkan dengan perintah ke-6 “jangan berbuat cabul” dan perintah ke-9 “jangan menginginkan yang cabul”, bukan hanya larangan saja.

Sampai belum lama ini, di hampir semua lingkungan budaya, pertemuan pria-wanita dibatasi oleh tata-cara sosial. Hubungan seksual diatur oleh kaidah-kaidah moral yang ketat, sedangkan hal perjumpaan kasih dianggap amat pribadi dan tidak dibicarakan. Kini perubahan dalam pendidikan telah membuka bagi laki-laki dan perempuan medan luas untuk bertemu. Hubungan pria-wanita tidak lagi diawasi oleh keluarga dan lingkungan kerabat. Rasa cinta diiklankan di depan umum sebagai syarat mutlak kebahagiaan. Sementara kesempatan bertemu menjadi lebih terbuka, laki-laki dan perempuan bersaing satu sama lain merebut lapangan kerja, dan keinginan mempunyai partner dan pacar bertolak belakang dengan cita-cita untuk berkembang sendiri. Pertemuan antara pria dan wanita menjadi jauh lebih mudah, namun hubungan erat dan mantap antara mereka menjadi jauh lebih sulit. Bagaimana dapat tumbuh hubungan mantap dalam kasih yang setia?

Hubungan pribadi tidak akan menjadi lebih mantap dengan adanya banyak aturan, sebab hubungan pribadi merupakan masalah kepercayaan tak bersyarat, Supaya berani mengembangkan diri dengan mengasihi sesama, orang membutuhkan suatu keyakinan mendalam. Berkaitan dengan hubungan pria-wanita, perlu digali inspirasi injili yang hidup dan yang mendorong untuk hidup dalam kesetiaan dengan memberi dan menerima kasih.