Doa Syukur Agung

Serupa dengan “induknya”, yakni birkat ha-mazon Doa Syukur Agung terdiri dari dua bagian: Puji-syukur dan permohonan. Yang pokok adalah puji-syukur, yang dalam bahasa Yunani disebut eukharisti. Maka jelaslah bahwa inti perayaan Ekaristi adalah puji-syukur itu atau “eukharistia”. Syukur itu tidak sama dengan “terima kasih”. Di dalamnya terungkap kepercayaan pada Allah dan pemujaan terhadap-Nya, seperti yang terjadi dalam mazmur-mazmur (lih. Mzm 18; 30; 50; 71; 92; 99; dsb.). Puji-syukur itu pengungkapan iman yang paling penuh: “Aku mengucap syukur kepada-Mu karena kemuliaan-Mu yang besar” (Kemuliaan). Puji-syukur terarah kepada Tuhan sendiri, dalam kemuliaan dan kebaikan-Nya. Oleh karena itu puji syukur ini disusul dengan permohonan, tanda kepercayaan akan kebaikan Tuhan. Orang merasa gembira dan bahagia karena ada Tuhan yang begitu baik dan begitu berkuasa. Puji-syukur bersama dengan permohonan, merupakan ungkapan kepercayaan yang tak mengenal batas.

Apa yang anda pikirkan?