Doa Bapa Kami sebagai Sumber Inspirasi dan Kekuatan

Tertulianus mengatakan bahwa doa Bapa Kami merupakan ringkasan seluruh Injil. Penelusuran singkat tentang arti bagian-bagian doa Bapa Kami tersebut membawa kita pada kesimpulan yang sama. Doa tersebut sangat erat berkaitan dengan pokok pewartaan Yesus, yaitu Kerajaan Allah. Kerajaan Allah dengan ciri-cirinya sebagaimana ditampilkan dalam seluruh sabda dan karya Yesus dapat digali dari doa tersebut. Kalau sampai sekarang Gereja tetap memelihara doa tersebut dan memberikan tempat utama kepada doa itu dalam ibadah resminya dan dalam doa-doa pribadi umat Kristen, pastilah karena doa itu kaya akan inspirasi bagi hidup orang-orang beriman.

Lebih daripada itu, Bapa Kami adalah doa. Dalam arti tertentu, doa merupakan ungkapan diri yang dinamis orang beriman di hadapan Allah. Ungkapan ini bukan sekadar pernyataan keyakinan akan Kerajaan Allah yang datang, melainkan juga merupakan permohonan supaya Allah sendiri bertindak. Dengan mendoakan doa ini, orang beriman – entah secara pribadi maupun sebagai umat menyatakan kesiapsediaan untuk terlibat menanggapi karya penyelamatan Allah.

Dengan pemahaman seperti ini, doa Bapa Kami dapat dan seharusnya menjadi sumber inspirasi dan kekuatan bagi umat Kristen dalam keikutsertaannya membangun Kerajaan Allah. Doa harian ini menjadi tempat perjumpaannya dengan Allah yang diimani. Sebagai doa yang setiap saat diucapkan, Bapa Kami dapat menyegarkan semangat serta meneguhkan komitmen umat Kristen dalam keikutsertaannya menegakkan Kerajaan Allah melalui kegiatan hidup setiap hari. Setiap kali didoakan, Bapa Kami menyapa umat beriman, semakin menyadarkannya akan tugas perutusannya, memberinya kekuatan, dan membuatnya yakin bahwa akhirnya Allah sendirilah yang berkarya dan akan menyelesaikan karya-Nya.