Bermegah dalam Pengharapan

Mengenai “dunia baru dan surga baru” Konsili Vatikan II menyatakan:

Kita tidak mengetahui, kapan dunia dan umat manusia akan mencapai kepenuhannya; tidak mengetahui pula, bagaimana alam semesta akan diubah. Dunia seperti yang kita kenal sekarang, dan yang telah rusak akibat dosa, akan berlalu. Tetapi kita diberi ajaran, bahwa Allah menyiapkan tempat tinggal baru dan bumi yang baru, kediaman keadilan dan kebahagiaan, yang memenuhi, bahkan melampaui segala kerinduan akan kedamaian, yang pernah timbul dalam hati manusia (GS 39).

Akhirat oleh Konsili dilihat sebagai “penyelesaian” seluruh sejarah dunia, dengan segala cita-cita dan kerinduannya. Memang tidak diketahui cara dan waktunya, tetapi diketahui bahwa semua itu akan datang dari Allah. “Dunia ini dengan keinginannya akan lenyap” (1Yoh 2:17; lih. 1Ptr 1:24; 4:7), tetapi Allah akan menciptakan dunia yang baru. Dunia baru itu akan mengatasi segala cita-cita dan harapan kita: “Yang tidak pernah dilihat mata, dan tidak pernah didengar telinga, yang tidak pernah timbul dalam hati manusia: itulah yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia” (1Kor 2:9).

Pengharapan kita tidak berdasarkan keinginan kita sendiri, tetapi berpangkal pada kebaikan Tuhan. Kasih Allah akan melampaui segala harapan dan dugaan kita. Maka yang pokok adalah iman akan kebaikan Tuhan, seperti dikatakan oleh St. Paulus: “Kita, yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai-sejahtera dengan Allah oleh Tuhan kita, Yesus Kristus. Oleh Dia, kita juga beroleh jalan masuk – oleh iman – kepada kasih-karunia ini. Di dalam kasih-karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. Kita malah juga bermegah dalam kesengsaraan” (Rm 5:1-2). Sebab “penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita” (Rm 8:18). Keterarahan kepada Kerajaan Allah mendasari pengharapan dan kemantapan kita. “Ia yang memanggil kamu adalah setia” (1Tes 5:24). Kesetiaan Tuhan merupakan dasar pengharapan kita. Yang diimani adalah Tuhan, bukan perkembangan dunia, maka segala perubahan dan ketidakjelasan tidak dapat menggoncangkan iman dan pengharapan kita.

Dunia baru tidak hanya memenuhi pengharapan orang perorangan, tetapi kecenderungan dan dinamika dunia seluruhnya. Manusia tidak dapat hidup dan berkembang lepas dari dunia sekitarnya, dan manusia juga tidak dapat beriman sendirian, tetapi dalam Gereja. Maka dengan pengharapannya akan Kerajaan Allah manusia menempatkan diri dalam gerakan Gereja dan dunia. Allah dan Kerajaan-Nya lebih besar dan lebih luas daripada keinginan hati orang perorangan. Penciptaan baru lebih besar dan lebih agung daripada yang pertama. Maka janganlah hidup orang individu dipakai sebagai ukuran bagi Kerajaan Allah. Yang direncanakan Tuhan dan yang dalam kasih-Nya yang besar mau dilaksanakan-Nya itulah pedoman bagi iman dan pengharapan orang.

Pengharapan akan Kerajaan tidak menghilangkan segala pertanyaan dan kesulitan. Manusia harus tetap berjuang dalam dunia ini. Tetapi kita tidak berjuang tanpa motivasi, atau tanpa pengharapan. “Kasih Allah dicurahkan ke dalam hati oleh Roh Kudus yang dikaruniakan kepada kita” (Rm 5:5). Dan “Roh itu, bersama dengan roh kita, memberi kesaksian bahwa kita adalah anak-anak Allah” (Rm 8:14). Tuhan sendiri meletakkan kerinduan itu dalam hati kita. Karena Roh-Nya, kita terus-menerus ditarik ke arah rumah Bapa. Itu bukan suatu kerinduan kosong, melainkan gerakan hati yang memampukan kita bertahan dalam perjuangan di dunia ini. Pegangan manusia dalam perjalanan hidup di dunia ini ialah hatinya sendiri, tempat ia bertemu dengan Tuhan yang memanggilnya. Itulah daya-tarik dan dinamika hati, yang hanya diketahui oleh Allah dan oleh orang yang dipanggil-Nya. “Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan karena Yesus Kristus, Tuhan kita, yang sudah wafat bagi kita, supaya kita, entah masih hidup entah sudah meninggal, hidup bersama-sama degan Dia. Karena itu, hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan ini” (1Tes 4:18; 5:10).