Asal usul Yesus Kristus

Syahadat berbicara singkat sekali mengenai awal hidup Yesus di dunia, “Ia menjadi manusia oleh Roh Kudus dari Perawan Maria”. Syahadat panjang sebetulnya malah berkata “menjadi daging“; yang dimaksudkan “manusia lemah”. Arti kata “oleh Roh Kudus, dari Perawan Maria” menjadi jelas dari syahadat pendek: “dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria”. Yang dimaksudkan sudah jelas: Anak yang lahir dari Maria, bukan anak biasa, melainkan Anak Allah. Dan – seperti telah ditetapkan melawan Nestorius – itu tidak berarti bahwa Maria melahirkan seorang anak biasa, yang kemudian dimasuki Firman Allah. Anak yang lahir dari Santa Perawan, dari semula, artinya dari saat dikandungnya, sudah Anak Allah. Hal itu mau dinyatakan dengan kata-kata “dikandung dari atau oleh Roh Kudus”. Sama seperti semua kata lain dari syahadat, juga kata-kata ini hanya mau merumuskan apa yang sebetulnya sudah dikatakan di dalam Kitab Suci.

Kisah kelahiran Yesus diceritakan secara paling lengkap di dalam Injil Lukas (bab 1-2). Matius (bab 1-2) juga mengisahkan masa kanak-kanak Yesus, tetapi dengan lebih berpusat pada St. Yusuf. Di sana dibicarakan kebingungan Yusuf, ketika menyadari bahwa Maria mengandung; sementara kelahiran Yesus sendiri tidak diceritakan. Dalam cerita mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi sesudah kelahiran Yesus ada perbedaan antara Lukas dan Matius. Lukas menyebut kedatangan para gembala (Luk 2:8-20); penyunatan dan penyerahan Yesus di kenisah (Luk 2:21-40) dan Yesus yang pada umur dua belas tahun tinggal di kenisah (Luk 2:41-52). Sedangkan Matius menceritakan kunjungan para sarjana dari Timur (Mat 2:1-12), pengungsian ke Mesir (Mat 2:13-15.19-23), dan pembunuhan kanak-kanak di Betlehem (Mat 2:16-18).

Mat 1-2 dan Luk 1-2 mempunyai ciri-ciri sendiri. Keduanya tidak bermaksud memberikan informasi baru, melainkan menerangkan (dalam bentuk cerita) misteri Kristus sebagai manusia yang adalah Anak Allah. Hal itu sudah kelihatan dari fakta bahwa Mat 1-2 dan Luk 1-2 baru ditulis lebih kemudian (Markus, sebagai Injil paling tua, tidak mempunyai kisah kanak-kanak Yesus; sedangkan Yohanes mempunyai suatu uraian lebih “teoretis” mengenai misteri pribadi Yesus pada awal Injilnya). Gereja pada waktu itu tidak hanya bertanya siapa Yesus, melainkan juga dari mana Ia datang dan bagaimana semua itu terjadi. Soal itu dijawab oleh Matius dan Lukas, masing-masing dengan caranya sendiri, kendati kedua-duanya mengajarkan yang sama, yakni:

  1. Maria, ibu Yesus, adalah seorang perawan (Mat 1:18.24-25; Luk 1:27.34; 2:4-7);
  2. Maria menerima kabar dari malaikat mengenai anak yang akan dilahirkannya (Mat 1:20-21; Luk 1:28-30);
  3. Maria akan mengandung karena Roh Kudus (Mat 1:18; Luk 1:35);
  4. Yusuf, yang adalah keturunan Daud (Mat 1:16.20; Luk 1:27; 2:4), tidak tahu mengenai hal itu (Mat 1:18-25; Luk 1:34);
  5. Anak yang akan lahir harus diberi nama Yesus (Mat 1:21; Luk 1:31), sebab Ia Penyelamat (Mat 1:21; Luk 2:11), anak Daud (Mat 1:1; Luk 1:32).

Di samping lima hal pokok itu juga diceritakan bahwa Yesus lahir di Betlehem (Mat 2:1; Luk 2:4-7); sesudah itu Maria dan Yusuf menetap di Nazaret (Mat 2:22-23; Luk 2:39.51). Hal itu terjadi pada zaman raja Herodes (Mat 2:1; Luk 1:5).

Semua peristiwa itu menceritakan kelahiran Yesus yang serba istimewa, mulai saat Ia dikandung oleh Perawan Maria. Peristiwa sesudah kelahiran-Nya dalam Injil Lukas tidak lain daripada yang lazim terjadi dalam suatu keluarga Yahudi, dengan ciri-ciri tertentu, yang menggarisbawahi misteri pribadi Yesus. Sebaliknya kisah mengenai sarjana dari Timur (Mat 2:1-12) serta pengungsian ke Mesir dan pembunuhan di Betlehem (Mat 2:13-23) mau memperlihatkan bahwa Yesus itu cahaya para bangsa dan Hamba Allah yang harus menderita untuk dan karena bangsa-Nya

Belum tentu semua itu terjadi tepat sebagaimana diceritakan, lengkap dengan semua detailnya. Kisah ini ditulis guna menjelaskan bahwa Yesus itu sungguh Allah dan sungguh manusia, Anak Allah dan anak Maria. Khususnya kisah Lukas mengenai Maria, mengatakan hal itu dengan jelas sekali. Lima hal pokok yang disebut di atas semua memperlihatkan hal itu, terutama cerita mengenai kunjungan malaikat. Ada dua hal yang perlu diperhatikan secara lebih seksama: Maria yang mengandung dari Roh Kudus; dan Maria yang tetap perawan yang kait-mengait.

Apa yang anda pikirkan?