Aku Percaya akan Gereja

Seperti dalam bagian-bagian yang lain, tema Gereja juga direnungkan berpangkal pada syahadat. Misteri Gereja berhubungan langsung dengan misteri Allah sendiri, khususnya dengan pengutusan Roh Kudus. Dalam kerangka itu, perlu diperhatikan juga perbedaan yang cukup besar antara syahadat pendek dan syahadat panjang.

Syahadat Pendek

Syahadat Panjang

Aku percaya akan Roh Kudus,
Gereja (Katolik) yang kudus
Dan [aku percaya] akan Roh Kudus, …
[aku percaya] akan Gereja, yang satu,
kudus, Katolik, dan apostolik,
persekutuan para kudus,
Aku mengakui satu pembaptisan;
pengampunan dosa
kebangkitan badan,
kehidupan kekal
akan penghapusan dosa
Aku menantikan kebangkitan orang mati
dan hidup di akhirat.

Yang paling penting dalam syahadat itu Gereja tidak disebut tersendiri, tetapi dalam hubungan langsung dengan Roh Kudus. Memang di kemudian hari ada yang merasa perlu dengan tajam membedakan iman akan ketiga pribadi ilahi dan kepercayaan akan Gereja. Bagaimanapun juga, rumusan asli tetap dipertahankan sebab Gereja hanya mempunyai arti kalau dilihat sebagai karya Roh. Tanpa Roh, Gereja hanyalah organisasi manusia biasa. Yang membuat kumpulan ini menjadi “Gereja” adalah kegiatan Roh di dalamnya. Oleh karena itu, dapat dikatakan, “Aku percaya akan Gereja”.

Dalam syahadat yang paling kuno, Gereja belum disebut. Baru sejak abad ke-2 mulai menjadi biasa menyebut Gereja. Di Barat (Roma) dikatakan, “Aku percaya akan Roh Kudus, Gereja yang kudus, pengampunan dosa, kebangkitan badan”, serupa dengan “syahadat pendek” sekarang. Di Timur (Yerusalem) rumusannya lebih panjang dan juga berbeda, “Gereja yang satu, kudus, Katolik”. Syahadat Nisea-Konstantinopel (syahadat panjang, 381) masih menambahkan “apostolik”, Syahadat Konsili Nisea sendiri (325) berakhir dengan “dan akan Roh Kudus”; tidak ada tambahan pada Roh Kudus itu dan juga tidak ada apa-apa sesudahnya, Gereja belum disebut. Dalam “syahadat pendek” di kemudian hari juga dimasukkan “Katolik” dan ditambahkan “persekutuan para kudus”.
Kata “aku percaya” dalam syahadat panjang sebetulnya hanya ada pada awal: “Aku percaya akan satu Allah”; diulangi lagi di sini demi jelasnya terjemahan, tetapi ditempatkan di antara [ ].

Apa yang anda pikirkan?